17 December 2018

Reuni 212: Tauhid Yes, Politik No

KONFRONTASI -  Atribut kain hitam bertuliskan “Tauhid Yes Politik No” mewarnai peserta Acara Reuni 212 yang diselenggarakan Minggu (2/12/2018) di kawasan Monas. Atribut kain hitam yang lazimnya dipasang di kepala atau bahu ini di bagikan oleh Forum Syuhada Indonesia (FSI).

Sejak Jumat malam (30/11/2018), markas FSI mulai didatangi oleh peserta reuni 212 yang digelar Minggu (2/12/2018). Markas yang berada di jalan Menteng Raya 58 Jakarta Pusat ini memang menyediakan tempat singgah bagi peserta yang datang dari luar daerah.

Yang menarik adalah, mulai Sabtu malam hingga Minggu pagi ini, beberapa anggota FSI memberikan atribut yang terbuat dari kain berwarna hitam dengan ukuran sekitar 40X10cm. Pada kain tersebut terdapat kalimat tauhid, dengan tulisan dibawahnya “Reuni Akbar 212”. Disamping kiri kanan kalimat tauhid, terdapat tulisan “Tauhid Yes” dan “politik No”.

“Kebetulan titik kumpul kami di sini, terus dikasih atribut ini. Kok cocok dengan pendapat kami, ya kami pakai. Saya pribadi bangga memakai atribut ini. Karena memang benar, Tauhid Yes Politik No di reuni akbar 212 ini. Tidak ada hubungannya dengan politik, tidak ada hubungannya dengan calon presiden,” kata Iwan,salah satu peserta reuni 212, Minggu (2/12/2018).
Kepada fokusberita.id, peserta yang datang bersama teman-temannya yang mengenakan atribut Front Pembela Islam (FPI) ini mengaku setuju dengan slogan tersebut. Ia bahkan mengenakan kain hitam tersebut di kepala dan bahunya.

“Tujuan kami datang kesini untuk mendengar langsung fatwa Habib Rizieq Syihab, Imam Besar kami yang disiarkan live converence di reuni ini. Nantinya apapun fatwa beliau, ya kami ikuti. Kalau urusan politik, itu tergantung dari diri kita masing-masing dan tergantung fatwa Habib Rizieq. Tapi yang pasti, saat ini kami datang untuk silaturrahim,” kata anak Matraman, Jakarta Timur ini.

Sementara itu ditempat yang sama, Panglima FSI Diko Nugraha membenarkan bahwa FSI memang yang mendistribusikan atribut tersebut. Menurutnya, maksud pendistribusian atribut Tauhid Yes Politik No untuk menjawab pertanyaan masyarakat bahwa reuni 212 ini berkaitan dengan politik.

“FSI memang yang membuat dan mendistribusikan langsung atribut “Tauhid Yes Politik No”. Slogan tersebut sesuai dengan penrnyataan sikap FSI pada hari Kamis lalu (30/11/2018). Ini murni keinginan umat Islam untuk berkumpul. Ini acara tahunan yang kebetulan saja tahun ini berbarengan dengan hajatan pilpres 2019 nanti,” jelas Diko.

Sebagaimana yang diberitakan sebelumnya, FSI dalam pernyataan sikapnya menyatakan bahwa reuni akbar 212 yang diadakan hari Minggu (2/12/2018) ini tidak ada hubungannya dengan politik apapun. Tidakadajuga hubungannya dengan salah satu calon presiden. FSI juga menyediakan tempat singah bagi peserta reuni akbar 212 yang berasal dari luar daerah,sebagai bentuk dukungan atas acara ini.

Pendistribusian atribut ini diberikan FSI secara sukarela. Siapapun boleh mengambil atau meminta kepada anggota FSI yang membagikan atribut tersebut. Jika ada yang ingin berinfak untuk mengganti biaya pembuatan, FSI menyediakan kotak infak.(jft./Fokus)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...