20 November 2019

Resesi 2020 Diperkirakan Lebih Parah Dari 1998

KONFRONTASI -   Ekonom Indef Bhima Yudhistira menilai, resesi ekonomi saat ini jauh lebih kompleks ketimbang era 1998.

Menurut dia, perang dagang antara Cina-Amerika tidak bisa disimpulkan satu-satunya sebagai penyebab utama resesi.

Masih terdapat faktor lain seperti Brexit maupun kondisi geopolitik Asia yang juga belum membaik.

“Resesi ekonomi 2020 diperkirakan akan jadi resesi yang lebih parah dari 1998. Bahkan sepertinya akan pulih pada 2023-2024,” ujar Bhima dalam diskusi Forum Tebet, Jakarta Selatan, Jumat (11/10/2019).

Bhima menjelaskan, instrumen ekonomi yang dimiliki Indonesia, seperti UMKM kemungkinan tidak cukup kuat menghadang resesi.

Padahal, UMKM dulu begitu diandalkan dan digadang-gadang dapat membantu kestabilan ekonomi di Tanah Air.

Sedangkan, bisnis digital yang banyak disebut-sebut sebagai solusi untuk meminimalisir resesi, para investor dari platform itu justru datang dari pihak asing.

Bhima memprediksi, pada waktu tertentu kemungkinan akan terjadi fenomena gelembung yang sangat besar dan nantinya akan pecah.

Di mana ketika tidak ada investor baru yang akan menalangi, ekonomi digital akan jadi bencana bagi Indonesia.(Jft/KedaiPena)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...