10 December 2018

Refleksi Rocky Gerung atas Reuni 212, Momen menjadi Monumen

 

KONFRONTASI- Inteligensia terkemuka dan ahli filsafat politik Rocky Gerung mengungkapkan kesan dan pesannya atas peristiwa Reuni 212 yang dihadiri 7 juta orang dan mengejutkan masyarakat domestik maupun internasional. Inilah pandangan obyektif Rocky Gerung, pengajar Filsafat UI yang sangat keren dan beken itu, mengenai aksi Reuni 212 :

1. Kalau pers Indonesia sampai tidak memberitakan peristiwa 212 kemarin, maka pers nasional telah memalsukan sejarah.

2. Reuni 212 adalah reuni akal sehat untuk melawan ketidakadilan.

3. Di Reuni 212 ada kepemimpinan intelektual. Bahwa ide bisa menghasilkan perubahan, dari suatu momen menjadi monumen..

4. Orang ribut tentang jumlah. Itu sudah tidak penting. Gerakan 212 telah berubah dari kuantitas menjadi kualitas.

5. Ngapain kita resah dengan sesuatu yang politis. Semua kejadian sekarang ini politis. Termasuk Jokowi bagi-bagi sertifikat itu politis. Tiap hari petahana curi start, itu politis.

6. Saya tidak netral, karena saya tidak mengkritik Prabowo. Saudara sendiri bilang Prabowo tidak punya prestasi. Ngapain saya kritik orang yang tidak punya prestasi.

7. Yang saya kritik adalah orang yang mengklaim prestasi orang. Pak Jokowi banyak mengklaim prestasi orang. Makanya dia saya kritik.

8. Saya kira saya memang sering menyesatkan. Tapi saya menyesatkan orang di jalan yang benar.

9. Reuni 212 menimbulkan semacam kegugupan. Orang gugup karena membayangkan potensinya kemana. Efeknya pada elektabilitas apa. Kalau tidak gugup, ngapain anda hitung-hitung.

Rocky Gerung juga sering  mengingatkan bahwa Jokowi sudah  mangkrak dan gagal memenuhi janji kampanyenya 2014. Aksi reuni 212 merupakan koreksi dan protes rakyat atas ketidakadilan dan ketidakjujuran Jokowi.(sumber/TVone)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...