26 May 2019

Pria Berlumpur Disebut Sandiwara, BPN: TKN Jokowi Terbiasa Pencitraan

KONFRONTASI -  Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin yakin Ilyas Daeng Ila, pria berlumpur yang ditemui Sandiaga Uno, merupakan bagian dari sandiwara. Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto-Sandiaga Uno mengaku tak heran atas tudingan itu.
 
"Mungkin karena selama empat tahun lebih mereka terbiasa di alam politik pencitraan, sehingga tidak mudah percaya dunia realitas. Mungkin dirasa aneh buat mereka jika ada rakyat kecil yang mencintai pemimpinnya dengan tulus," kata juru bicara BPN Prabowo-Sandi, Suhud Alynudin, kepada wartawan, Rabu (30/1/2019).
 
Suhud mengatakan Prabowo-Sandi tak terbiasa dengan pencitraan. Sang jagoan, kata dia, fokus menggalang dukungan masyarakat. 
 
 
"Kampanye secara maraton mendatangi seribu titik massa seperti yang dilakukan Pak Sandi perlu stamina dan daya tahan tinggi. Kami penantang tidak terbiasa bermain dengan politik citra. Sebab yang kami perlukan adalah dukungan nyata rakyat," ujarnya.
 
Baca juga: Ilyas Tepis Oles Lumpur di Badan: Ketemu Sandiaga Bukan Setting-an
 
BPN Prabowo-Sandi, sebut Suhud, pun tak mau memperpanjang tudingan TKN itu. Dia yakin pilpres mendatang bakal jadi pembuktian dukungan masyarakat untuk sang jagoan.
 
"Kami tidak ambil pusing mereka percaya atau tidak. Yang terpenting bagi kami adalah adanya dukungan mayoritas rakyat Indonesia di 17 April 2019 mendatang. Di situ pembuktiannya," ucap Suhud.
 
Baca juga: TKN Jokowi Ragukan Penjelasan Ilyas 'Pria Berlumpur' Saat Jumpa Sandi
 
Ilyas Daeng Ila, pria berlumpur yang Sandiaga Uno, menyatakan pertemuan dirinya dengan cawapres nomor urut 02 itu tak dibuat-buat. Menurutnya, perjumpaan itu benar-benar spontan.
 
Tim Kampanye Nasional (TKN) Jokowi-Ma'ruf Amin mengaku tak percaya pada bantahan Ilyas Daeng Ila, pria berlumpur yang ditemui Sandiaga Uno di lokasi banjir di Makassar. Menurut TKN, Sandiaga telah banyak melakukan sandiwara politik. 
 
"Banyak fakta dan track record bahwa seluruh gerakan politik Sandiaga ya, sandiwara belaka. Sangat tidak alami dan tidak orisinal," kata Wakil Ketua TKN Jokowi-Ma'ruf, Abdul Kadir Karding. (Jft/Detik)
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...