23 January 2017

Presiden Jokowi Diminta Pertahankan Rizal Ramli, dan jangan Mau Diintervensi Politisi/Pengamat Transaksional

KONFRONTASI- Presiden Jokowi Diminta mempertahankan Rizal Ramli karena  konsistensi mantan aktivis ITB itu kepada ekonomi Konstitusi,  Nawacita dan Trisakti serta profesionalisme Rizal  untuk mengawal  Blok Masela dan pembangkit listrik 35 ribu MW  dan isu sumber daya alam maupun kelautan sudah teruji. Jokowi sudah tepat memilih Rizal Ramli untuk melaksanakan Nawacita dan Trisakti meski kubu  elite tertentu di kabinet  tampak tidak suka  dengan kepak sang Rajawali dalam menggebrak kinerja.

Dalam hal ini,  para elite politik, analis dan pengamat yang menginginkan Rizal Ramli dicopot adalah elite dan pengamat transaksional yang tidak perduli Nawacita dan Trisakti serta sudah bertransaksi dengan elite-elite tertentu yang tidak suka kepada Rizal Ramli. Presiden Jokowi hendaknya menolak intervebsi  dan tekanan elite siapapun untuk gusur Rizal Ramli dalam reshuffle kabinet jilid II ini

Demikian pendapat tokoh Persatuan Alumni GMNI Nehemia Lawalata dan dosen Universitas Paramadina Herdi Saharasad, Rabu ini. Menurut keduanya secara terpisah, justru Rial Ramli menjadi profesional yang tepat untuk mengawal dan memproses Blok Masela sesuai garis pedoman Jokowi agar tata kelola Blok Masela itu sesuai Nawacita dan Trisakti. ''Kalay ada pengamat dan politisi yang mendesak Rizal Ramli mundur, atau digeser, itu jelas orang-orang jaringan kubu elite kekuasaan yang tidak suka kepada Menko Rizal Ramli, itu analis atau politisi keblinger,'' kata Nehemia.

Herdi melihat, Jokowi ditekan kelompok tertentu untuk menggusur Menko Rizal Ramli karena ada kepentingan bercokol dari kelompok tertentu di lingkaran elite yang tidak mau Nawacita dan Trisakti bisa dilaksanakan secara konsisten dan kredibel. ''Masuknya Rizal Ramli membuat pemerintahan Jokowi tertolong dan kredibel, itu karena Rizal adalah teknokrat kredibel dan amanah,'' kata Herdi.

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar tidak ada pihak yang mendorongnya untuk bicara mengenai isu reshuffle kabinet yang tengah mengemuka saat ini.

"Tidak usah ada yang mendorong-dorong. Tidak usah ada yang mendikte-dikte apalagi," kata Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (3/4/2016).

Ia menegaskan saat ini fokusnya adalah memperhatikan kinerja para menteri yang ada di dalam jajaran kabinetnya.

 

Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta agar tidak ada pihak yang mendorongnya untuk bicara mengenai isu reshuffle kabinet yang tengah mengemuka saat ini.

"Tidak usah ada yang mendorong-dorong. Tidak usah ada yang mendikte-dikte apalagi," kata Jokowi di Stadion Gelora Bung Karno, Senayan, Jakarta Pusat, Minggu (3/4/2016).

Ia menegaskan saat ini fokusnya adalah memperhatikan kinerja para menteri yang ada di dalam jajaran kabientnya.

 

 

Category: 

loading...
loading...

BACA JUGA:      

Loading...