7 April 2020

Presiden Disarankan Tarik Hendri Saparini dan Arief Budimanta Masuk Kabinet

KONFRONTASI-  Presiden Joko Widodo disarankan menarik ekonom Hendri Saparini PhD (alumnus UGM dan Jepang) serta Dr Arif Budimanta (mantan anggot DPR Fraksi  PDIP) masuk ke dalam Kabinet Kerja melalui Reshuffle jilid II nanti. Kedua sosok itu bisa menempati posisi sebagai Menteri BUMN atau Menteri Perindustrian atau Menteri ESDM.

Demikian pandangan dan refleksi Dr Herdi Sahrasad, peneliti senior PSIK Universitas Paramadina, dan Dani Setiawan, analis ekonomi-politik dari Asosiasi Ekonomi-Politik Indonesia (AEPI yang juga pengajar UIN Syarif Hidayatulah Jakarta. Hendri dan Arief adalah anggota KEIN  Republik Indonesia.

Menurut Herdi dan Dani, reshuffle jilid  II ini diharapkan merupakan reshuffle yang kredibel dan optimal sehingga mampu memperbaiki kinerja cabinet.

‘’Kinerja Menteri Rinso (Rini Sumarno) dan Menperin Saleh Husein jeblok, tengoklah nasib Krakatau Steel dan Garuda Indonesia, kedua BUMN  itu jeblok. Industri juga nyaris mati suri karena Menperin Saleh tidak kompeten,’’ kata Herdi dan Dani secara terpisah kemarin.

Harus diakui, dalam reshuffle jilid II ini,  pemilihan menteri oleh Presiden Jokowi terasa perlahan, namun dinamis. Presiden Jokowi nampak berhati-hati memilih menteri yang diharapkan bisa melakukan perbaikan kinerja Kabinet untuk rakyat Indonesia.
Jokowi ingin susunan kabinet  yang ideal dan mengarah ke jiwa kabinet Trisakti  dan Nawacita dengan semangat Konstitusi berdasarkan Pancasila.

‘’Indonesia kini terjerumus ke dalam ekonomi Neoliberal yang tidak cocok dengan ekonomi Konstitusi yang pro-rakyat, pro-poor dan pro job,’’ imbuh Herdi, dosen ilmu Sosial- Politik di Fakultas Falsafah dan Peradaban, Universitas Paramadina.

‘’Masuknya Hendri dan Arief Budimanta, akan memperkuat kinerja Kabinet,’’ kata Dani. ‘’Itulah yang kita inginkan agar Kabinet Kerja lebih baik lagi dan mampu memberikan harapan bagi bangsa ke depan,’’ imbuh Herdi Sahrasad. (u)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...