30 April 2017

Prabowo-Hatta Diibaratkan Dwitunggal Soekarno-Hatta: Berjuang Menegakkan Konstitusi dan Trisakti Bung Karno

KONFRONTASI- Inilah duet Soekarno-Hatta masa kini, karena mengemban semangat Risakti Soekarno. Bisakah duet Prabowo-Hatta benar-benar meneruskan semangat dan tradisi intelektual Soekarno-Hatta? Setidaknya dalam visi-misi, program dan agendanya, sehingga kalau terbukti menang terpilih jadi presiden dan wapres, bangsa dan negara makin kokoh dan maju.

KH Abdulah Gymanstiar alias Aa Gym mengaku, dirinya bangga dengan duet Prabowo-Hatta. Dia sudah mengenal Prabowo pada 1990-an, saat menyandang jabatan Danjen Kopassus. Pada saat itu, ada seorang jenderal petinggi TNI yang amat disegani dan selalu menjadikan umat Islam sebagai target kebenciannya.

"Setahu saya, pada waktu itu hanya Prabowo yang terang-terangan membela umat Islam. Ini kenangan luar biasa saya tentang sosok Prabowo yang sulit dilupakan. Ia perwira militer yang tak rela melihat umat Islam dipinggirkan. Karena alasan ini, saya mendukung Prabowo," ujarnya.

Aa Gym menyebutkan bahwa Hatta merupakan pasangan yang cocok untuk mendampingi Prabowo. Kekurangan pemahaman Prabowo terhadap Islam, menurut Aa Gym, bisa dilengkapi oleh Hatta. "Selain itu, Pak Hatta memiliki catatan yang positif selama berkiprah di pemerintahan," ujarnya.

Ditilik dari komposisi koalisi partainya, Kubu Prabowo-Hatta memang menarik. Gerindra yang nasionalis, menggandeng PAN, PPP, dan PKS dan PBB, dimana kesemuanya merupakan partai yang berbasis massa Islam. Gerindra juga menarik Partai Golkar.

Dalam hal ini, proyeksi pembangunan Republik Indonesia dalam 5 tahun mendatang sepertinya dapat dilihat dari dokumen berisi visi dan misi Prabowo–Hatta. Dan pasangan tersebut memiliki pandangan yang relatif sama terhadap krisis energi nasional yang terus bertambah buruk.

Duet Prabowo-Hatta berpendapat Indonesia harus memiliki kemandirian energi dengan membangun fasilitas kilang minyak dan gas, produksi energi alternatif seperti bioetanol, pabrik DME (pengganti elpiji), serta infrastruktur terminal penerima gas dan jaringan transmisi/distribusi gas.

Pengamat energi ReforMiner Institute, Komaidi berpendapat proyeksi energi ini menjadi tantangan berat bagi siapapun. Dia mengingatkan Indonesia memiliki kemampuan soal energi. Namun, pemegang kekuasaan seringkali tidak konsisten.

Di negara lain seperti Brasil atau Argentina yang kondisi fiskalnya hampir mirip dengan kita saja bisa membangun kilang. Jadi, semua ini tergantung kemauan politik presiden terpilih.

Isu energi sangat krusial, selain isu pangan, maka Prabowo-Hatta harus memberikan skala prioritas pada kedua sektor ini seperti Soekarno-Hatta dulu memprioritaskan nation and character building di masa pemerintahannya.

Dunia berubah, masalah dan tantangan berubah, juga para pemimpinnya pun berubah. Prabowo-Hatta hendaknya bergerak ke arah perubahan: membangun Indonesia yang berkeadilan, menegakkan negara hukum dan mewujudkan kemandirian ekonomi, daulat politik dan berkarakter dalam kebudayaan. [berbagai sumber]

Category: 

loading...


News Feed

Berita Lainnya

loading...