24 February 2020

Prabowo ‘Skakmat’ Jokowi Soal Impor Pangan.. Intip Data Jokowi dengan BPS Yuk?

KONFRONTASI -  Calon presiden Joko Widodo mengungkapkan bahwa dalam empat tahun terakhir masa pemerintahannya, volume impor pangan terus turun. Hal ini ia katakan menanggapi pertanyaan calon presiden Prabowo Subianto dalam debat capres, tadi malam.

“Pada 2018, produksi beras Indonesia mencapai 32 juta ton dan konsumsi 29 juta ton sehingga ada surplus beras sebesar 3 juta ton. Pada 2014, impor jagung 3,5 juta ton. Sementara pada 2018 hanya sebesar 180.000 ton,”ujar Jokowi.

Namun Prabowo kembali bertanya, mengapa pemerintah melakukan impor pangan, jika memang beras mengalami surplus. Ketua Umum Partai Gerindra ini juga mempertanyakan janji Jokowi yang tak akan impor pangan, namun kenyataannya tetap impor.

“Yang kami dengar ini sangat memukul petani kita. Tebu panen, tapi gula dari luar masuk dalam jumlah sangat besar. Padahal katanya komoditas naik. Jika memang produksi pangan berlebih mengapa harus impor beras?,” timpal Prabowo ke Jokowi.

Sebagaimana diketahui, melalui data BPS yang dirilis pada 23 Oktober 2018 mengungkapkan, bahwa produksi beras sepanjang 2018 mencapai 32,4 juta ton. Sedangkan konsumsi dalam negeri 29,6 juta ton. Sehingga terdapat surplus produksi beras sebesar 2,8 juta ton.

Selain itu catatan BPS juga mengungkap, pada periode yang sama pemerintah mengimpor beras sebanyak 2.253.750 ton. Impor itu melonjak dari tahun 2017 yang hanya sebesar 311.520 ton.

Adapun terkait jagung, BPS mencatat impor pada 2014 sebesar 3,2 juta ton. Sedangkan pada 2018 lalu, nilai impornya melorot jadi 737.228 ton. Tapi angka itu jauh di atas yang disebut Jokowi, sebesar 180.000 ton. (Jft/Detik)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...