22 October 2019

PR Ketahanan Energi buat Capres 2019

Secara ringkas, Permasalah Energi Nasional adalah sebagai berikut:

A. Tingginya kebutuhan BBM dalam negeri (1.7 juta barel per-hari), sedangkan kemampuan pasokan BBM dari kilang dalam negerihanya 700-800 barel per hari. Kenaikan konsumsi BBM sekitar 8-10% per-tahun, sedangkan produksi minyak nasional turun 5-10% pertahun. Akibatnya: Kenaikan impor minyak mentah dan produk BBM per-tahun sekitar 800 barel per-hari. Terjadi ketergantungan dengan negara lain, tidak ada kemandirian energi serta lemahnya ketahanan energi nasional.


SOLUSI: 1. SegeraBangun Kilang Pengolahan Minyak(Refinery): Pertamina: Kilang minyak Tuban & Bontang (300,000 barel/hari) Petro TNC International (swasta nasional): Kilang Minyak Penajam (300,000 barel/hari) & Cirebon (150,000 barel/hari). Target 2020: Ground breaking, Target selesai proyek thn. 2024 (masa konstruksi 4 tahun).


2. Program PengurangankonsumsiBBM: - Diversifikasi Bahan Bakar: pengembangan BBG, Bio-diesel, dan mobil listrik. - Efisiensi Penggunaan BBM: Perbanyak angkutan umum dan Kurangi kemacetan LL. - Harga BBM: Angkutan pribadi (Non subsidi), Angkutan Umum (Subsidi). - Manajemen Transportasi: Road pricing, penggunaan kendaraan tdk bermotor, dll. - Kebijakan Fiskal: Pajak tinggi utk kend. pribadi (BENSIN dan SOLAR), Pajak rendah utk Angkutan Umum.


B. TURUNNYA Produksi Migas Nasional, yang berakibat turunnya penerimaan negara dan meningkatnya impor migas.
SOLUSI: 1. Pembenahantata kelola dengan RevisiUU Migas. SKK Migas dilebur menjadi Anak Perusahaan PERTAMINA dengan Manajemen Perminyakan yang PROFESIONAL 2. PembentukanBadan Perijinan Migas Satu Atap. 3. Pelaksanaan Program Peningkatan Produksi Migas secara MASIVE dan TERUKUR.
C. PENYEDIAAN EnergiListril Nasional: Masih ada 24% Rumah Tanggadan Industri yang belum menikmati listrik dan Rendahnya pengembanganinfrastruktur energi terutama di pedesaan (remote area) serta pulau-pulau terluar.


SOLUSI: 1. Jangka Pendek(sampai 2022) - Sewa pembangkit atau Pembelian energi listrik dari IPP skala kecil, - Bermitra/kerjasama operasi pembangkit dengan Pemda setempat. - Percepatan pembangunan PLTU batubara, - Pembangunan saluran transmisi, - Memasang beberapa PLTS centralized dan solar home system secara terbatas.

Jangka Panjang (Proyek Pembangkit35,000 MW) a. Program Percepatan Pembangkit Batubara (Perpres No. 71/2006 jo. Perpres No. 59/2009. b. Program Percepatan Pembangunan Pembangkit Tahap ke-2 c. Program Kerjasama Pemerintah dan swasta (Perpres No. 67/2005 jo. Perpres No. 13/2010. d. Pengembangan PLTU Batubara Mulut Tambang e. Penambahan kapasitas pembangkit Wil. Jawa-Bali dan Wil. IB/IT. f. Partisipasi listrik swasta (IPP). g. Proyek Pengembangan Sistim Transmisi dan Gardu Induk h. Proyek Pengembangan Sistim Distribusi. i. Proyek Pengembangan Listrik Pedesaan. j. Proyek Pengembangan listrik dari Energi Baru & Terbarukan. k. Proyek PLTU skala kecil


D. PENINGKATAN NilaiTambahIndustri Tambang: - Menjalankan dengan penuh amanat UU No. 4/2009 tentang Pertambangan Mineral dan Batubara. - Peraturan Pemerintah No. 1/2014 tentang Perubahan kedua atas Peraturan Pemerintah No. 23/2010 tentang Pelaksanaan Kegiatan Usaha Pertambangan Mineral dan Batubara (Dilarang mengekspor bahan mentah tambang).
SOLUSI: 1. Perusahaan tambang di Indonesia HARUS mempunyai pabrik smelter sebagai tempat pengolahan bahan mentah hasil tambang. 2. Peningkatan Nilai Tambah Hasil Tambang ditargetkan mencapai 10 kali lipat.

PROGRAM BBM SATU HARGA DAN MURAH

Minimnya Infrastruktur
1. Bangun Jetty pada daerah dg kebutuhan tinggi 2. Tangki Penampung/Bunker 3. Transportasi ke daerah terpencil utk Distribusi

Tingginya HPP Pertamina
1. Efisiensi Kilang 2. Import langsung dg CIF/FOB dr sumber yg kompetitif 3. Memotong Rantai Suplai (Meniadakan Mafia)

Pajak-pajak 1. Khusus daerah terpencil, Kurangi PPN/PPH 2. Hapus Pajak Penggunaan Kendaraan Bermotor 3. Hapus retirbusi BPH Migas

======

DR. Ir. Iwan RATMAN, MSc., PE, Mantan Direktur Pengembangan TOTAL Internationale – Paris, Perancis, dan mantan Esekutif Shell LNG Amsterdam and Brunei

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...