10 December 2019

Pindahkan Markas ke Jawa Tengah, Gerindra Bisa Habiskan Suara PDIP di Sarangnya

KONFRONTASI -  Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno berencana memindahkan markas perjuangannya ke Jawa Tengah.

Pengamat komunikasi politik Universitas Paramadina, Hendri Satrio, melihat hal ini sebagai rencana brilian dari kubu oposisi.

Ia menegaskan merebut suara di Jawa Tengah yang notabene basis suara petahana memang hal penting.

 
Namun yang perlu dicermati, keberhasilan menjaga jarak dengan kubu Jokowi-Ma'ruf disebutnya akan berimbas positif.

"Ya memang merebut Jawa Tengah adalah hal yang penting buat Prabowo ya. Jangankan merebut, menipiskan jarak dengan Jokowi saja bisa berimbas positif di daerah-daerah lain," ujar Hendri, ketika dihubungi Tribunnews.com, Selasa (11/12/2018).‎

Sehingga menurutnya, adalah rencana yang brilian bila Sandiaga selaku cawapres memindahkan markasnya ke Jawa Tengah.

"Jadi kalau kemudian Sandiaga memindahkan markas komandonya di Jawa Tengah itu strategis sekali, sebuah rencana yang brilian," jelasnya.

Sebelumnya diberitakan, Direktur Badan Pemenangan Nasional (BPN) pasangan capres-cawapres nomor urut 02 Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, Sudirman Said, menuturkan bahwa pihaknya tengah mempertimbangkan untuk memindahkan markas perjuangan Sandiaga ke Jawa Tengah.

Dengan demikian, kata Sudirman, Sandiaga akan lebih mudah mengatur strategi pemenangan pada sisa masa kampanye.

"Yang sedang dipertimbangkan pindah adalah markas perjuangan Mas Sandi Uno sebagai cawapres," ujar Sudirman melalui pesan singkat kepada Kompas.com, Senin (10/12/2018

"Dengan begitu, Mas Sandi akan mengatur strategi pemenangan pasangan calon nomor 02 dari Jawa Tengah dalam bulan-bulan penting menuju hari H Pilpres 2019," tuturnya.

Menurut Sudirman, rencana tersebut dilatarbelakangi masih rendahnya elektabilitas Prabowo-Sandiaga di Jawa Tengah.

Sudirman menilai suasana kebatinan masyarakat Jawa Tengah menginginkan adanya perubahan.

"Karena itu, Pak Sandi akan lebih banyak menyapa warga Jateng," kata Sudirman.

Diketahui, Sandiaga Uno menyatakan bakal fokus berkampanye di Jawa Tengah di sisa masa kampanye Pilpres 2019 yang tinggal empat bulan lagi.

"Ini betul, akan kami pusatkan (kampanye) di Jawa Tengah," kata Sandiaga melalui keterangan tertulis, Minggu (9/12/2018).

Sandi ingin fokus berkampanye di Jawa Tengah lantaran di wilayah tersebut masih banyak masyarakat yang ingin mengetahui visi misinya sebagai pendamping Prabowo Subianto.

"Karena di sana (Jawa Tengah) lokasi luas dan animo masyarakatnya banyak," lanjut Sandiaga.

Psywar Prabowo - Sandi ke Jokowi - Maruf Amin

Analis politik Pangi Syarwi Chaniago memiliki pandangan terkait pemindahan Posko Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo Subianto - Sandiaga Uno ke Jawa Tengah.

Menurut Pangi, pemindahan tersebut merupakan langkah kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno melakukan perang urat syaraf (psywar) terhadap kubu Joko Widodo (jokowi) - Maruf Amin.

Diketahui, Jawa Tengah merupakan salah satu basis besar suara PDI Perjuangan di Pulau Jawa, salah satu partai pengusung pasangan calon Jokowi - Maruf Amin.

"Kalau kita cermati, BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sedang melakukan penetrasi dan ekspansi ke jantung lawan. Saya pikir ini adalah sesuatu yang normal, Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sedang berupaya memperkecil ketimpangan (margin\gap) elektoral di Jawa Tengah," kata Pangi dalam keterangannya, Selasa (11/12/2018).

Paling tidak, Pangi yang juga Direktur Eksekutif Voxpol Center Research and Consulting ini mengatakan kubu Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sedang mencoba mengimbangi suara Jokowi di Jawa Tengah.

"Syukur-syukur kalau menang, dan sulit memang karena medannya enggak mudah, punya tantangan tersendiri. Namun sepertinya BPN Prabowo Subianto - Sandiaga Uno sedang melakukan cek ombak (testing the water)," katanya.

Pada pemilihan presiden 2014, perolehan suara Jokowi - Jusuf Kalla jauh lebih unggul sebesar 12.959.540 (66,65 persen) dibandingkan suara Prabowo - Hatta sebesar 6.485.720 (33,35 persen).

Prabowo-Sandi Dipuji Karena Pindahkan Markasnya ke Jawa Tengah

Dalam strategi pendekatan polical marketing, Pangi menjelaskan, dikenal istilah penentuan peta wilayah zonasi pemenangan berdasarkan aspek pemilih paling potensial, yang terdiri dari variabel kepadatan penduduk maupun konsentrasi pemilih.

"Saya ingin katakan, Jawa jadi rebutan karena jumlah penduduknya besar dan padat, sehingga suara pemilih Jawa menjadi penentu," tutur Pangi.

Pertama, lanjut Pangi, zona pertempuran primer ini menjadi zona wilayah prioritas utama seperti Jawa Tengah. Kedua, zona pertempuran sekunder, jelas ada target minimal, yaitu bagaimana mengimbangi suara Jokowi agar Prabowo tidak kalah telak,

"Belajar dari kekalahan telak Prabowo - Hatta pada pilpres 2014 di Jawa Tengah," katanya.

Sementara itu, Pangi mengatkan, agenda optimal adalah unggul dan memenangkan pertarungan pilpres 2019.

Ketiga, zona pertempuran tersier, yaitu bukan zona utama kampanye, maksudnya adalah wilayah prioritas terakhir.

Oleh karena itu, lanjut Pangi, pembacaan skala prioritas harus tuntas diselesaikan capres dan cawapres.

"Kita sepakat bahwa Jawa adalah kunci, memenangkan kantong suara Jawa otomatically memenangkan pilpres 2019. Prabowo harus kembali menghitung dan meng-kalkulasi ulang faktor kekalahannya di Jawa Tengah dan Jawa Timur pada pilpres 2014," katanya.

"Secara sederhana saya ingin katakan begini, sekali lagi, memenangkan pilpres kuncinya adalah memenangkan Jawa. Tak bisa dipungkiri memenangkan kantong suara Jawa seperti provinsi Jawa Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, DKI Jakarta dan Banten menjadi zonasi pertarungan primer masing-masing pasangan capres dan cawapres," tutur Pangi.(Jft/Tribun)

 



 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...