22 March 2019

Pindah Markas ke Solo, prabowo-Sandi Ingin Ubah Jateng Dari ”Kandang Banteng” Jadi ”Rumah Santri”

KONFRONTASI -  Rencana pemindahan markas tim pemenangan pasangan calon presiden nomor urut 02, Prabowo Subianto-Sandiaga Uno, ke Solo dipastikan terlaksana dalam waktu dekat.

Hanya saja sampai saat ini tim pemenangan Solo belum bisa memberikan gambaran sejauh apa karena menunggu koordinasi dengan tim pemenangan pusat.

Rencana ini sebagai bagian upaya tim Prabowo-Sandi mengubah citra Solo dan Jateng dari kandang banteng menjadi "rumah santri".

Ketua DPC Gerindra Solo Ardianto Kuswinarno membenarkan adanya rencana pemindahan tersebut. Dia belum memberi kepastian kapan rencana itu terlaksana, namun dimungkinkan dalam waktu dekat.

”Kalau kapan masih belum jelas, tapi yang jelas di Solo,” ujar dia saat dihubungi Gatra.com via telepon Selasa (12/11) pagi. Ardi mengetahui kepastian pemindahan markas ini dari tim pemenangan pusat.

Dia menambahkan bahwa rencana ini akan dimatangkan oleh tim pemenangan pusat. Pengurus Gerindra Solo sendiri belum ada koordinasi mengenai hal ini.

”Untuk pembahasan secara pasti masih dibahas oleh tim dari para jenderal. Sebab mereka yang lebih menguasai mengenai teritorial,” jelasnya.

Namun melihat pemetaan selama ini, Ardi optimistis timnya bisa memenangkan pasangan Prabowo-Sandi di Solo Raya. Sebab, kata dia, banyak warga Solo Raya menginginkan perubahan dan menoleh ke Gerindra.

Meskipun saat ini Solo identik sebagai "kandang banteng", tim Prabowo-Sandi ingin kota ini tidak hanya dikuasai atau diidentikkan dengan partai tertentu.

”Kami ingin Jawa Tengah ini menjadi rumah santri. Secara luas kami ingin di pulau Jawa, hanya saja saat ini yang paling sulit kan Jawa Tengah,” ujarnya.

Dia menekankan bahwa langkah ini bukan hanya menjadi langkah satu partai Gerindra saja. Langkah ini juga menjadi keyakinan untuk memperoleh kemenangan bersama.

Terutama merujuk pada hasil pemilihan gubernur tahun 2018 ini, Ardi menyebut petahana yang didukung PDIP tidak dapat mencapai suara secara optimal.

”Kami tidak bicara mengenai Gerindra menang, melainkan kemenangan menjadi keyakinan bersama partai koalisi. Apalagi saat melihat Pilgub, pihak lawan yang mematok perolehan tinggi ternyata hanya selisih tipis,” tandasnya.

Pada Pilgub 2018, Ganjar Pranowo-Taj Yasin dengan pengusung utama PDIP unggul di semua wilayah Solo Raya atau karesidenan Surakarta atas Sudirman Said-Ida Fauziyah yang diusung Gerindra.

Di Solo Raya, perbandingan perolehan suara Ganjar-Yasin pada pilgub lalu berkisar 57-72%. Tertinggi di Solo dan terendah di Karanganyar. Untuk Jateng, persentase pilgub Ganjar Yasin 58% dan Sudirman-Ida 42%.(Jft/GATRA)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Jumat, 22 Mar 2019 - 16:03
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:57
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:53
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:50
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:46
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:43
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:38
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:26
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:21
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:19
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:12
Jumat, 22 Mar 2019 - 15:06