17 July 2019

Pimpinan Freeport Bisa Tercatut, kata Menko Rizal Ramli

KONFRONTASI- Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengisyaratkan bahwa pimpinan PT Freeport Indonesia (PTFI) bisa tercatut kasus pengaturan kontrak juga jika diruntut sejarahnya dari awal.

"Kenapa tercatut? Karena perpanjangan kontrak Freeport pada tahun 80-an, Freeport memberikan manfaat yang kecil buat Indonesia, ya karena ada 'hengki pengki' antara Moffet sama menteri-menteri di Indonesia," kata Rizal usai menghadiri acara "Core Economic Outlook" di Jakarta, Rabu.

Ia berpendapat ada yang kurang beres di PTFI adalah sejak pada awal perjanjian kontraknya, hanya sekarang saja mulai terbuka dramatisasinya.

Pada saat ini terkait pencatutan nama presiden dan wakil presiden, Rizal berpendapat saat ini kedua kubu yang bertikai adalah sama-sama mempunyai kepentingan, namun ia tidak menjelaskan lebih detail mengenai kepentingan tersebut.

Sementara itu, pada kesempatan yang sama, ia mengatakan momentum saat ini terkait kisruh energi dan mineral adalah merupakan saatnya menulis ulang sejarah yang baik tentang sumber daya alam (SDA) di Indonesia.

"Yang kalian saksikan adalah sinetron atau drama dari dua kubu yang berseteru, ini saatnya membuka semua yang buruk di sektor SDA," ucap Rizal.

"Nah semakin terbuka, semakin bagus buat Indonesia. Ini pelajaran, bahwa elite kita banyak yang tidak beretika," ujarnya.

Ia mengatakan banyak elite politik yang seenak-enaknya sendiri, yang lebih memilih mengurus kepentingannya sendiri dibandingkan kepentingan bangsa.

"Agar kita belajar untuk mengoreksi kesalahan kita di masa lampau, di mana kesalahan kita dalam mengelola sumber daya alam," kata Rizal.

Terkait dengan divestasi Freeport, ia menjelaskan buat Indonesia tidak perlu arbitrase internasional. "Kan Presiden sudah bolak-bali menjelaskan kalau Freeport harus bayar royalti lebih tinggi. Kedua, urus limbah, lakukan divestasi, bangun 'smelter' serta perbaikan lingkungan," kata Rizal, menegaskan.

Ia memaparkan, jika itu sudah dipenuhi, sebenarnya Freeport bisa dilanjutkan lagi negosiasi kontraknya. Tapi jika Freeport tetap tidak bisa memenuhi maka akan dikembalikan saja kontrak karyanya, karena Indonesia akan mendapat "durian runtuh".

"Kenapa durian runtuh? karena cadangan emas di Freeport itu, tadinya ada Gunung Grasberg tuh, tapi kan sekarang sudah abis, terus sekarang masuk di lehernya, itu sebelah kiri kanan ada cadangan. Total cadangan emas Freeport yang sudah terbukti itu ada 16 juta kg, tembaga 1,5 miliar kg. Belum lagi real material atau real material berharga lainnya," tuturnya. [tar]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...