25 June 2019

Pilpres sebagai Kompetisi Gagasan dan Track Record, Bukan Pencitraan dan Semata Perang Media

KONFRONTASI- Tokoh nasional Dr. Rizal Rami menyayangkan ribu-ribut (perdebatan) di media sosial yang belum ada tanda-tanda berakhir.

RR biasa dia disapa menyebutkan perdebatan di medsos yang ada saat ini jauh dari subtansi.

“Hari ini di sosial media, si satu dukung si A, yang lain dukung si B, dan dukung si C, buntutnya berantem. Kebanyakan ribut, substansinya enggak nongol,” kata RR dalam diskusi HIPMI tema “Pembangunan Infrastruktur Untuk Siapa” di Gran Melia Hotel Jakarta, Jumat (11/5).

Jelas RR, perdebatan yang jauh dari substansi di medsos juga disebabkan oleh makin suburnya politik pencitraan.

“Kompetisi pencitraan sejak zaman Pak SBY, Pak Jokowi berlanjutnya pencitraan. (Sekarang) kita harus geser, jadi kompetisi gagasan, visi dan krater. Itu lebih bermanfaat dan mendidik bangsa kita,” ujarnya.

“Saya, Rizal Ramli masuk gelanggang ini, saya dari keluarga sederhana, saya yatim piatu dari 6 tahun, sampai sekarang ini menjadi game changer, megubah pola permainan, kita ubah permainan bukan hanya pencitraan tetapi kompetisi gagasan dan track record. Saya harap makin banyak yang ikut maka makin bagus,” ucapnya menambahkan.

Dalam beberapa kesempatan, Rizal juga sering mengatakan, meski pilihan berbeda tapi tetap selalu jaga nasionalisme dan semangat persaudaraan.

“Karena itu saya berharap dalam tahun politik ini tidak ada lagi pencitraan. Kalau hanya pencitraan maka buntutnya rakyat hanya dimainkan emosinya, kalau itu terjadi akhirnya bangsa terbelah,” demikian ekonom senior yang pernah menjabat Menko Preskonomian era Presdien Gus Dur. (ak/rmol)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...