21 July 2019

Pesawat N219 Buatan PT DI Kebanjiran Peminat

KONFRONTASI - PT Dirgantara Indonesia kebanjiran penawaran pembelian pesawat terbarunya, yaitu N219. Direktur Utama Dirgantara Indonesia Budi Santoso mengklaim telah menerima 200 letters of intent.

Namun Budi mengatakan belum ada satu pun penawaran yang dibuatkan kontrak jual beli. "Saya belum mau membuat kontrak sebelum pesawatnya bisa terbang," kata dia di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis, 2 Maret 2017.

Pesawat N219 merupakan pesawat jenis balik-baling untuk penerbangan komersil jarak pendek. Pesawat dirakit sendiri oleh pemuda Indonesia tanpa melibatkan warga asing.
N219 dijadwalkan menjalani tes terbang pada Mei 2017. Dirgantara Indonesia tengah menguji sistem dasar pesawat. Setelahnya, pesawat akan menjalani sejumlah tes lagi. Jika pesawat berhasil menjalani tes terbang perdananya, N219 akan mendapatkan Experimental Flight Permit dari Kementerian Perhubungan.
Budi mengatakan N219 akan diuji di wilayah timur Indonesia, khususnya Papua. Jika berhasil terbang di sana, ia yakin pesawat perintis itu bisa menempuh semua jalur udara. "Papua paling ekstrem. Kalau di sana bisa, di tempat lain bisa," katanya.

PT Dirgantara Indonesia (Persero) tengah merampungkan pembuatan pesawat baru seri N219 yang diperuntukkan sebagai pesawat perintis. Saat ini pesawat tersebut tengah dilakukan uji sistem dan diharapkan bisa mengudara dalam waktu dua bulan lagi.

"Kita harapkan nanti bisa terbang ke mana saja. Insya Allah sebelum Mei bisa terbang," ujar Direktur Utama Dirgantara Indonesia, Budi Santoso di Kementerian BUMN, Jakarta, Kamis (2/3/2017).

Pembuatan pesawat N219 ini menurut Budi, patut dibanggakan dibandingkan pembuatan pesawat terdahulunya yakni N250. Sebab, dalam proses pengerjaannya, semua dilakukan oleh anak bangsa.

"Dulu waktu IPTN desain N250, 300-400 tenaga ahli asing yang berikan nasihat kalau kita tidak bisa putuskan. Nah di 219 itu, kita harus putuskan sendiri, di 219 tidak ada satupun tenaga asing jadi teknisi," terangnya.

Menurut Budi, hal yang paling diperlukan dalam pembuatan N219 ini adalah keyakinan. Keyakinan ini yang tengah ditumbuhkan PTDI dalam program N219.

"Di program N219 ini, paling penting adalah membangkitkan kemampuan untuk ambil keputusan teknis dan lainnya, yang selama ini tidak kita miliki," ucap Budi.

Budi menambahkan, tidak hanya PTDI yang harus yakin dengan apa yang dibuat, tapi pihak Kementerian Perhubungan sebagai regulator yang memberikan sertifikasi juga harus yakin dengan hasilnya.

"Dari gambar, bikin baut itu harus disetujui oleh Ditjen Kelaikan Udara Kemenhub, semua proses harus disetujui. Sebenarnya lebih lama bukan buat barangnya, tapi administrasinya, kan mereka harus yakin juga," pungkasnya.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...