20 September 2019

Pesan Simbolik Aksi Jalan sehat di Solo dan Jakarta: Ganti Presiden, Stop Jokowi di 2019

KONFRONTASI-  Di tengah merosotnya rupiah Rp14.400/dolar AS dan terpuruknya ekonomi, seruan rakyat untuk ganti presiden 2019 makin ramai beberapa waktu belakangan ini. Gerakan #2019 GantiPresiden ini ingin melawan dan mengakhiri ketidakbecusan ekonomi Joko Widodo untuk bisa dua periode menjadi presiden. Minggu kemarin (1/7), di Solo dan Jakarta car free day diwarnai seruan ‘’ganti presiden’’, suatu jeritan politik ke Jokowi.

Soal ganti presiden 2019 makin meluas di media sosial dan masyarakat yang kecewa atas kegagalan ekonomi Jokowi, dominasi Neoliberalisme Sri Mulyani cs yang merusak kredibilitas pemerintahan Presiden Jokowi.

''Pesan simbolik Aksi Jalan sehat di Solo dan Jakarta: Ganti Presiden, Stop Neoliberalisme Jokowi di 2019 sebagai ekspresi publik yang sangat kecewa atas keburukan ekonomi Jokowi dan ambruknya rupiah,'' kata peneliti ekonomi- politik Hermandar Puteh, dosen Universitas Malikussaleh Aceh.


Hasil gambar untuk rizal dan prabowo ganti presiden
"Survei dan popularitas boleh tinggi, namun pada saatnya nanti sangat mungkin dan bisa dikalahkan. Banyak buktinya, seperti di DKI. Elektabilitas Ahok di atas 75% tapi kalah. Koalisi gemuk Ahok (kubu Jokowi) pada Pilgub DKI tumbang. ‘’ Itulah #Istana Pasir Jokowi #2019 GANTIPRESIDEN," demikian seruan warga di Twitter, media sosialnya.

Di Solo (Surakarta) ribuan warga mengenakan kaus bertuliskan '#2019 Ganti Presiden'  mengikuti jalan sehat, Minggu (1/7/2018) pagi. Di Jakarta, pada hari yang sama capres Rizal Ramli dikerubuti warga yang mengucapkan kata ‘’ ganti presiden,  presiden baru dan lawan’’ ketika berbaur masyarakat dalam gerak jalan sehat  car free day di Bundaran HI dan kawasan sekitarnya. Apa maknanya?  

Masyarakat Solo dan Jakarta sangat merindukan perubahan dan ‘’pergantian presiden 2019’’, dan dua aksi  warga di Solo  dan Jakarta jadi embrio stimulus bagi maraknya aksi serupa di kota-kota lainnya. Kegiatan bertema Jalan Sehat Umat Islam Solo Raya dihadiri mantan penyanyi sekaligus bintang film era 1980-an, Neno Warisman, yang memberikan dukungan kepada peserta.

Banyak peserta yang hadir membawa bendera kecil bertuliskan #2019 Ganti Presiden, selain kaus. Bahkan ribuan peserta  berangkat dengan diiringi lagu ‘’2019 Ganti Presiden’’.

Rizal Ramli adalah capres alternative 2019 yang dizalimi Presiden Jokowi karena ditendang dari kabinet akibat membongkar skandal reklamasi demi membela kepentingan rakyat kepulauan seribu.

Hasil gambar untuk rizal ramli dan ganti presiden

‘’Rakyat haus perubahan,’’ kata Dr Ari Bainus MA, pengamat politik Fisip- Universitas Padjadjaran

Aksi ‘’ #2019 Ganti Presiden’’ di Solo dan Jakarta bermakna simbolik mengenai keinginan rakyat bagi pergantian presiden dan perubahan untuk mewujudkan keadilan dan kemaslahatan.

(FF)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...