28 March 2020

Peringatan Rizal Ramli: Utang Berlebihan saat ini, terjadi “Crowding-out Effect”. Rupiah terus di-Doping, bisa Jebol

KONFRONTASI- Tokoh nasional Rizal Ramli (RR) menyesalkan bahwa, banyak yang berkata, “Terserah deh pemerintah & BUMN mau ngutang jor-joran. Toh ndak ada hubungan dengan saya.”

Menurut Menko Ekuin Preiden Gus Dur ini, Pernyataan itu benar selama utang itu dalam batas wajar. Tetapi kalau berlebihan seperti saat ini, ada “crowding-out effect”. Setiap kali pemerintah jual Surat Utang Negara (SUN), 30% dana pihak ketiga di lembaga keuangan akan tersedot karena bunganya 2% lebih mahal dari deposito dan dijamin 100%.

‘’Itulah yang menjelaskan kenapa pertumbuhan kredit hanya 6,02% tahun 2019. Kalau ekonomi normal kredit tumbuh 15-18%/tahun,’’ kata RR kepada wartawan koran internet ini.

Itulah sebabnya, mengapa uang susah, daya beli anjok, bisnis susah. ‘’’Baru mulai sadar deh,   ternyata utang jor-jor-an pemerintah ada pengaruhnya terhadap daya beli dan bisnis,’’kata RR

‘’Semua itu gara-gara kelola ekonomi  makro secara amatiran,’’ujar RR.

RR juga mengungkapkan, Rupiah seharusnya melemah karena semua indikator makro melemah, terendah selama 10 tahun terakhir. Tapi sementara  ini Rupiah menguat karena di-doping pinjaman asing jor-joran.  ‘’Namanya doping tidak bisa terus-menerus. Bagaikan atlit, kalau di-doping terus. Bisa-bisa  jantung klojotan. Akhirnya jebol,’’ungkap RR.

(FF/sumber2)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...