24 January 2018

Penyampaian Jokowi Bikin Rizal Ramli Luluh dan Terima Tawaran Jadi Menko Maritim dan Sumber Daya

KONFRONTASI-Menteri Koordinator Kemaritiman Rizal Ramli mengaku baru dikabari bahwa dirinya ditunjuk sebagai menteri pada Rabu (12/8/2015) pagi ini. Awalnya, Rizal sempat ragu menerima tawaran langsung dari Presiden Joko Widodo itu.

"Saya sebetulnya ragu mau terima jabatan ini, tetapi saya terharu Presiden Jokowi betul-betul minta saya untuk bergabung. Bahkan, beliau katakan, 'Yang minta itu rakyat Indonesia'," ujar Rizal di Istana Kepresidenan, Rabu.

Sempat tebersit dalam benak Rizal untuk menolak tawaran itu. Ia mengaku bukan orang yang mengejar jabatan. "Zaman dulu juga kita (saya) nolak ditawari menteri. Namun karena Jokowi sungguh-sungguh....," kata dia.

Namun, Rizal akhirnya luluh dan menerima tawaran itu setelah Jokowi menyampaikan alasannya. "Pak Jokowi bilang, 'Yang minta ini bukanlah Jokowi. Saya apa-lah? Yang minta ini rakyat Indonesia karena kita dalam kondisi banyak masalah.' Saat Jokowi bilang begitu, saya lemas, luluh dan putuskan bersedia bantu Presiden," ujar Rizal.



Sebelum dilantik Presiden Joko Widodo sebagai Menteri Koordinator Kemaritiman, Rizal Ramli pernah menjabat sebagai Menteri Keuangan pada era Presiden Abdurrahmad Wahid pada tahun 2001. Berdasarkan data yang dilansir dari situs acch.kpk.go.id, harta kekayaan yang dilaporkan Rizal saat itu sebesar Rp Rp 8.509.361.000 dan 88.110 dollar AS.

Harta tersebut terdiri dari harta tidak bergerak berupa tanah dan bangunan senilai Rp 3.707.584.000. Aset tersebut terdiri dari tiga bidang tanah dan bangunan di Kabupaten Bandung, empat bidang tanah dan bangunan di Kabupaten Bogor, serta dua bidang tanah dan bangunan di Jakarta Selatan.

Selain itu, ada pula harta bergerak berupa alat transportasi senilai Rp 608 juta dan harta berupa logam mulia senilai Rp 216 juta. Sementara itu, untuk harta bergerak lain berupa barang elektronik, harta Rizal senilai Rp 90 juta.

Ada pula harta berupa surat berharga senilai Rp 3 miliar serta giro dan setara kas lainnya sebesar Rp 887.777.000 dan 88.110 dollar AS.

Presiden Jokowi mengganti lima menteri dan seorang pejabat setingkat menteri. Di Kabinet Kerja, Rizal Ramli menggantikan posisi Indroyono Soesilo sebagai Menko Kemaritiman. Selain itu, Luhut Binsar Pandjaitan dilantik sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan. Kemudian, Pramono Anung, politisi PDI-P, dilantik menjadi Sekretaris Kabinet. Pramono menggantikan posisi Andi Widjajanto.

Selanjutnya, Thomas Trikasih Lembong dilantik sebagai Menteri Perdagangan menggantikan Rachmat Gobel. Sementara, Sofyan Djalil, yang sebelumnya menjabat Menko Perekonomian, dilantik sebagai Kepala Bappenas menggantikan Andrinof Chaniago.

Ada pun mantan Gubernur Bank Indonesia Darmin Nasution dilantik sebagai Menko Perekonomian.

Presiden Jokowi hari ini melantik lima menteri dan Sekretaris Kabinet. Keenam orang yang dilantik itu adalah Luhut Binsar Panjaitan sebagai Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan; Rizal Ramli sebagai Menko Kemaritiman, Thomas Trikasih Lembong sebagai Menteri Perdagangan, Sofyan Djalil menjadi Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional; Darmin Nasution sebagai Menko Perekonomian; dan Pramono Anung sebagai Sekretaris Kabinet.

Anggota Tim Komunikasi Presiden, Teten Masduki, menyebutkan, Presiden memutuskan merombak kabinet karena ingin memiliki menteri-menteri yang berpengalaman mengatasi krisis. Presiden juga menginginkan konsolidasi di pemerintahan untuk bisa mempercepat kerja kabinet. (KCM)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...