17 August 2019

Pengamat: Tunjangan Anggota Polri Naik, Belum Tentu Pungli dan Korupsi Ikut Turun

KONFRONTASI -  Pengamat kepolisian Bambang Widodo mengatakan kenaikan tunjangan untuk Polri, bukan menjadi hal yang dapat menghilangkan atau mengurangi praktik korupsi di korps Bhayangkara.

"Belum tentu. Suap, korupsi, pungli dan lain-lain itu ada banyak faktor yang memengaruhi," ujar Bambang kepada Harian Terbit di Jakarta, Senin (10/12/2018).

Bambang menjelaskan, faktor mental setiap anggota Polri yang menentukan masa depan Polri yang bersih dan profesional.

"Tidak hanya tunjangan atau gaji tendah. Itu salah satu faktor saja, faktor lain seperti mental, dedikasi, pengawasan, kepemimpinan, ketauladanan dan lain-lain kut mempengaruhi," pungkasnya.

Sementara itu Yuliani (37) warga Srengseng, Jakarta Barat mengatakan kenaikan tunjangan polisi sangat tepat. "Sudah tepat dan seharusnya gaji juga naik. Agar semua laporan masyarakat benar-benar segera dilakukan tindakan tanpa harus menunggu lama," ujarnya.

Karyawati swasta di perusahaan jasa ini menerangkan kalau polisi kerjanya baik, dipastikan keamanan masyarakat akan lebih baik.

"Contoh sederhananya begini, pernah ada kejadian di kawasan Citraland, Trisakti terus ke arah Rumah Sakit Sumber Waras, tawuran pelajar sangat kacau. Sampai ada bayi di dalam mobil menjadi korban lemparan batu besar dari pelajar yang tawuran. Kaca mobil pecah, ibunya pingsan, orang-orang berlari ketakutan. Kalau sebelumnya polisi bertindak tegas dalam mencegah, tawuran tidak akan terjadi," paparnya.(Jft/Hanter)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...