21 May 2019

Pengamat Senior Ingatkan Adanya Narasi Apokaliptik Merusak Pemilu 2019

KONFRONTASI -  Pengamat politik senior Muhammad AS Hikam mengajak semua komponen masyarakat bersikap waspada mencermati gerakan yang muncul merusak pelaksanaan pemilu serentak 2019. Masyarakat bisa membantu Komisi Pemilihan Umum(KPU) maupun penyelenggara pemilu lain yakni Bawaslu dan DKPP untuk menyelesaikan masalah pelanggaran pemilu dengan tenang, efektif, dan profesional.

“Cara lain namun paling mudah bersikap waspada itu, dengan tidak menyebarluaskan dan mendistorsi informasi yang masih belum jelas akurasi dan validitasnya,” kata Hikam dalam pernyataan tertulis yang diterima beritabuana.co di Jakarta, Rabu (24/4/2019).

“Kita usahakan mencermati sumber-sumber dan konten-konten berita yang sarat dengan narasi “apokaliptik”. Misalnya ide menggerakkan people power; ide mendorong dilakukannya pemilu ulang, dan lainnya. Hemat saya narasi-narasi apokaliptik seperti itu adalah bagian integral dari upaya sistematis untuk mendelegitimasi pemilu dan hasil-hasilnya,” imbuh AS Hikam.

Dosen di President University ini mengingatkan, demokrasi kita harus dipertahankan dan dilestarikan secara bersama-sama dan total. Karena itu juga tambah AS Hikam, masyarakat harus menjaga atau melindungi pemilu 2019 dari setiap usaha delegitimasi atasnya.

“Jangan berikan kepuasan kepada kekuatan-kekuatan sinis yang selalu mencoba menghancurkannya,” kata menteri di era Presiden Gus Dur ini.

Sebelumnya, dia mengaku adanya temuan-temuan terkait berbagai kecurangan, pelanggaran pelaksanaan pemilu 2019 cukup memprihatinkan dan “alarming.” Bukan suatu hal yang tak mungkin bahwa apabila jumlah temuan kecurangan-kecurangan dan pelanggaran di TPS daerah-daerah terus bertambah dan tak tertangani dengan efektif, maka kredibilitas KPU bisa dipertanyakan bahkan tergerus.

Hal tersebut, pada gilirannya kata AS Hikam akan rentan terhadap upaya memanfaatkannya sebagai salah satu sumber potensial bagi upaya delegitimasi pemilu 2019 berikut hasil-hasilnya oleh pihak-pihak anti demokrasi.

Dia mengingatkan, akibat strategis yang ditimbulkan adalah kondisi kamnas kita akan terancam oleh muncul dan berkembangnya proses destabilisasi politik.(Jft/BB)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...