24 April 2019

Digoyang Isu Agama, Pengamat: Prabowo Paling Religius

KONFRONTASI -  Sikap Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, yang mengurusi kegiatan ibadah seseorang dinilai beberapa kalangan sangatlah tak etis. Terlebih, Luhut dianggap menyangkutkan hal tersebut dengan isu politik jelang masa pencoblosan pada 17 April 2019 mendatang.

Pengamat Politik dari Populi Center, Usep S. Ahyar, menilai serangan tersebut untuk menjatuhkan Prabowo di pemilihan presiden (pilpres) 2019. Usep menilai, isu agama memang menjadi salah satu titik kelemahan Prabowo.

Ia melihat, isu agama diyakini akan terus bergulir. Pola ini, kata Usep, juga digunakan untuk menyerang Prabowo pada pilpres 2014 lalu. "Itu upaya mengklarifikasi sambil menyerang juga, karena banyak juga pemilih atau tidak memilih Jokowi karena termakan isu itu," ujar Usep di Jakarta, Senin (11/2/2019).

Kendati isu tersebut bergulir, menurut Usep hal itu tidak akan mempengaruhi elektabilitas Prabowo. Karena, simpatisan Prabowo sudah cukup kuat.

Bahkan beberapa waktu lalu, kata Usep, pihaknya pernah melakukan survei. Hasilnya, beberapa wilayah yang warganya justru banyak menilai pasangan Sandiaga Salahuddin Uno itu lebih religius.

"Bahkan ketika ditanya, mana yang paling religius antara capres itu, ada dua atau tiga wilayah menyatakan Prabowo paling religius," kata Usep.

Salah satu faktor penilaian masyarakat bahwa Prabowo merupakan sosok religius itu karena selalu dikaitkan dengan alim ulama. Khususnya, alim ulama yang terlibat dengan berbagai aksi bela Islam beberapa waktu lalu.

Tak hanya itu, ketika aksi reuni 212 digelar di Monumen Nasional (Monas) pada 12 Desember 2018 lalu, Prabowo hadir. Bahkan beberapa kali namanya disebut oleh massa sebagai presiden 2019.

Tak Pengaruhi 

Peneliti Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Siti Zuhro, menilai isu tersebut tidak akan memengaruhi elektabilitas Prabowo. Karena, ada faktor lain yang menjadi nilai tambah bagi mantan Danjen Koppasus tersebut.

"Prabowo dinilai punya kelebihan karena sosoknya tegas, lugas dan terbuka," kata perempuan yang akrab disapa Wiwik, di Jakarta,

Selain itu, kata Wiwik, dipilihnya Sandiaga yang berlatar belakang pengusaha sebagai wakil presiden Prabowo juga menjadi suatu nilai tambah tersendiri. Karena, hal itu menunjukkan bahwa Prabowo tidak ingin mengkontestasikan ulama, sebagaimana Jokowi menunjuk Ma’ruf Amin sebagai wakilnya.

"Karena itu, menggulirkan isu agama untuk menyerang Prabowo tak akan efektif karena justru itu dianggap menyerang hal-hal yang sifatnya private seorang calon, bukan kualitas visi, misi dan program," kata dia.

Kemarin, saat acara silaturahmi ribuan purnawirawan TNI-Polri bersama Jokowi di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Minggu (10/2/2019), Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan menyinggung soal tuduhan kriminalisasi ulama yang selama ini ditujukan kepada Presiden Jokowi. Luhut mengaku heran karena selama ini mengenal Jokowi sebagai orang yang taat beribadah. 

"Jadi kalau dibilang, misalnya, dibilang kriminalisasi ulama, darimana? Sejak saya kenal 12 tahun lalu, dia [Jokowi] tukang sembahyang, tukang puasa. Yang sebelah sana kita belum jelas juga," tutur Luhut. 

Para purnawirawan yang menyimak pernyataan Luhut sontak tertawa. Luhut pun ikut tersenyum kecil. ia kemudian menyinggung soal tuduhan Jokowi pemimpin yang otoriter. Dia membantah hal itu. 

Luhut menjelaskan bahwa selama ini bekerja sebagai bawahan Jokowi. Dia mengatakan Jokowi adalah orang yang selalu mendengarkan pendapat orang lain. Menurutnya, keliru jika eks wali kota solo itu disebut otoriter. 

"Tidak otoriter. He listen to you carefully. Saya mengalami. Saya jelaskan argumen saya kasih. Saya tanya siapkan semuanya dengan staf saya semua. Dia mendengarkan," ucap Luhut. 

Menolak Tegas

Sementara itu, Juru bicara TKN Jokowi-Ma'ruf, Ace Hasan Syadzily, sempat mengaku menolak tegas jika tim Jokowi disebut berkampanye menggunakan isu identitas. Menurut Ace, selama ini pihaknya hanya bersikap defensif terhadap serangan isu identitas yang dilemparkan kubu penantang.

Ia pun menegaskan tim Jokowi juga berfokus mensosialisasi capaian kinerja pemerintah.

"Kami tidak bermain isu identitas. Isu identitas selalu dimainkan oleh pihak-pihak yang selama ini menunggangi demokrasi untuk kepentingan elektoral. Ketika ada pihak yang menyerang kami dengan isu identitas seperti agama, soal imam salat, dan juga yang lainnya, kami hanya berusaha untuk defensif," kata Ace di Jakarta, beberapa waktu lalu.(Jft/Hanter)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...