8 December 2019

Pemilu Curang Melahirkan Pemerintah Zhalim

Oleh Ibnu Aqil D Ghani

 

Pemilu curang pastilah melahirkan pemerintah zhalim. Dan itu terjadi di mana-mana di  seluruh dunia. 

Pemilu sejatinya adalah alat untuk mengukur dan memastikan suara rakyat dalam menentukan pemimpin di negeri sendiri.    Lewat pemilulah rakyat memilih secara bebas siapa yang mereka inginkan untuk memegang tampuk kekuasaan, baik di eksekutif ataupun di parlemen. Oleh karena itu pemilu harus berjalan baik sesuai aturan, tak boleh curang.

Jika pemilu berjalan dengan curang, maka dapat disebut pemilu gagal dan pemimpin yang dihasilkannya adalah pemimpin palsu.

Seorang pemimpin palsu, misalnya Presiden, ia akan berbicara atas nama rakyat, sementara rakyat tidak memilihnya. Karena itu, selama dia berkuasa, misalnya 5 tahun, maka ucapan dan perbuatannya adalah kebohongan belaka. Pemerintahannya tidak sah, karena suara rakyat dirampoknya. 

Sebagai seorang perampok suara rakyat, maka gaji selama ia jadi presiden beserta para menteri dan pejabat yang diangkatnya adalah haram. Ia akan memakan duit haram selama berkuasa. 

Dampak pemilu curang bagi negara sangat  besar. Kecurangan, kedustaan,  ketidakadilan, manipulasi, pencitraan,  kesewenangan dstnya akan terlihat setiap detik. Presiden dan menteri serta pejabat yang diangkatnya tak akan pernah berhenti berdusta, korupsi dan memperkaya diri dan kelompoknya, sedang rakyat akan jatuh miskin dan melarat. 

Pemerintahan zhalim yang naik dari kecurangan sangat sensitif akan kritikan. Siapa saja yang menasehati dan memberikan kritikan akan ditangkap dengan undang undang yang mudah untuk ditarik ulur sesuai keperluan, misalnya UU IT atau yang lainnya. Fungsi pengadilan berubah dari tempat mencari dan menegakkan keadilan kepada tempat untuk memalu dan.menjebloskan tukang kritik ke penjara. 
Hukum akan tumpul ke atas dan tajam ke bawah.

Sebsn itu, seluruh rakyat negeri ini memerlukan Pemilu yang jujur, adil, bersih dari kecurangan. Dan harus ada upaya kuat unfuk mencegah perbuatan curang dalam pemilu oleh seluruh rakyat. 

Pada pemilu 2019 indikasi kecurangan itu terasa kuat. Misalnya terlihat dari  jumlah pemilih yang tidak valid, kertas suara yang telah tercoblos di berbagai tempat, amplot berkardus kardus yang berisi milyaran uang. Indikasi itu adalah berita buruk yang sangat menakutkan bagi prncinta keadilan dan demokrasi. Jika itu tak diatasi cepat maka pemilu ini brrpotensi menjadi pemilu gagal.

Saatnya KPU, Bawaslu siapapun yang terkait dengan penyelenggaraan pemilu dan pilpres 2019 harus bekerja keras, sehingga tak terjadi  pemilu gagal alias curang. Anda  adalah penanggung jawab semua ini. Dan di akhirat akan diminta pertanggungjawaban anda  ! 

Padang, 15 Aoril 2019
Wassalam
Ibnu Aqil D Ghani

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...