18 November 2019

Pemenang Pemilu Bermental Tempe, Ray Sebut Manuver Politik KIH Memojokkan Jokowi, Wibawa Presiden Rusak

KONFRONTASI - Direktur Lingkar Madani untuk Indonesia (Lima) Ray Rangkuti mengatakan, manuver KIH yang membentuk pemimpin DPR tandingan dan meminta Jokowi untuk mengeluarkan Perppu MD3, justru akan memojokkan Presiden Jokowi di awal pemerintahannya.

"Sudah Kabinet Kerja yang diumumkan Jokowi ditanggapi dingin oleh rakyat, kini giliran partai pendukungnya membikin ulah di parlemen. Ini ujian bagi Jokowi," kata Ray dalam sebuah diskusi yang diselenggarakan Formappi di Matraman, Jakarta Timur, Jumat (31/10/2014).

Menurut Ray, apa yang tengah dilakukan KMP di parlemen saat ini adalah langkah mundur koalisi pendukung Jokowi. Pasalnya, di tengah komunikasi politik antara elite politik di KIH dan KMP mulai mencair, justru hal tersebut direcoki gejolak di parlemen.

"Kondisi ini tidak menguntungkan Jokowi. KIH justru menurunkan wibawa presiden. Membuat perhatian presiden terpecah," kata Ray.

Dalam dua bulan terakhir, Ray mencatat, KIH telah beberapa kali melakukan blunder politik. Di antaranya, bermula pada peristiwa ricuh dalam sidang paripurna pemilihan paket pemimpin DPR. Ricuh terebut berbuntut pada aksi walk out seluruh anggota DPR dari KIH.

"Langkah itu justru membuat KMP dapat sewenang-wenang dalam memilih paket pemimpin DPR sesuai dengan pilihan mereka," tegasnya.

Lantas, lanjut Ray, kini KIH mencoba membentuk pemimpin DPR tandingan, mendorong dibentuknya Perppu MD3.

"Mana mungkin Presiden diminta untuk mengeluarkan Perppu yang tidak ada sangkut pautnya dengan 250 juta rakyat Indonesia. Jangan lah KIH menjadi pemenang pemilu yang bermental seperti orang kalah," kata Ray.[snw/ian]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...