23 January 2019

PDIP Megawati secara Ideologis Lebih Tepat ke Rizal Ramli, Banteng Bakal Prospektif dan Kinclong

KONFRONTASI- PDIP Megawati Soekarnoputeri lebih tepat dan pas dengan Rizal Ramli. Apalagi  belum ada satu pun kandidat yang mendeklarasikan diri bersama pasangannya, lantaran partai-partai politik masih terus melakukan konsolidasi dan pembicaraan politik. Megawati sangat didukung rakyat kalau mengajukan Rizal Ramli ke Pilgub DKI karena rekam jejak, komitmen dan ideologi Rizal sangat cinta kepada rakyat. ''RR punya karakter seperti Soekarno, berani, perduli rakyatnya kuat sekali  dan sama-sama ITB, dan aktivis pergerakan,'' kata Herdi Sahrasad, peneliti PSIK Universitas Paramadina.

Kunci peta politik di ibukota sekarang berada di tangan Megawati Soekarnorputri selaku ketua umum PDI Perjuangan, partai penguasa, pemegang kursi terbanyak di DPRD DKI Jakarta.

Setelah Megawati menentukan pilihan, berarti "gong" pertempuran menuju DKI 1 dimulai. Diyakini, jika Megawati sudah menentukan pilihan, partai-partai lain juga akan segera bergerak cepat, ikut bergabung berkoalisi dengan PDI Perjuangan, atau menyusun barisan menjadi lawan.

Ada banyak pilihan di tangan Megawati, mulai dari petahana Basuki Tjahaja Purnama (Ahok), Tri Rismaharini, Budi Waseso, Djarot Saefullah Hidayat, hingga "sang Rajawali Ngepret" Rizal Ramli.

Banyak kalangan berpendapat, Rizal Ramli, hadir sebagai sosok antitesis dari kelakuan Ahok di ibukota selama ini.

Aktivis Pro Demokrasi, Abirekso Panggalih menilai, kehadiran Rizal Ramli ke panggung elektoral, bisa menjadi pembelajaran politik bagi seorang petahana, Ahok, yang selama ini selalu disebut-sebut tidak ada lawan sepadan.

Menurutnya, sebenarnya Ahok tak layak disejajarkan dengan Rizal Ramli yang sepanjang riwayatnya penuh dengan track record perjuangan dan pergerakan. Rizal Ramli di mata kalangan aktivis, sebagai sosok pemikir besar, tokoh nasional, aktivis sejak mahasiswa tahun 70 an, dan menjabat berbagai jabatan penting di Republik ini.

Megawati juga tentu kenal betul dengan sosok Rizal Ramli, yang sama-sama berjuang menentang rezim Orde Baru.

"Bagaimana mungkin kita mensejajarkan (Rizal Ramli) dengan seorang politisi yang kerap melompat dari satu partai ke partai lainnya," tegas Abirekso di Jakarta, Minggu (11/9).

Abirekso, yang juga menjabat sebagai Sekjen Pergerakan Indonesia (PI) ini menilai, Ahok sepatutnya sebagai seorang yang bermartabat, cukuplah membulatkat tekad dan maju lewat tiga partai yang telah mengusungnya, yakni Nasdem, Hanura dan Golkar. Apalagi ketiga partai ini sudah cukup menjadi kendaraannya bertarung di Pilkada DKI.

Sementara, perjuangan rakyat saat ini berada di tangan Megawati sebagai sosok yang memiliki ketokohan dengan perjuangan melawan penindasan di masa Orde Baru, dan pemimpin politik yang tegak lurus dengan cita-cita Trisakti Bung Karno, diharapkan mampu menghadirkan keputusan yang bijak.

"Kita memahami betul kekentalan sejarah perjuangan Megawati dengan gagasan Rizal Ramli. Kita berharap Megawati memilih pilihan yang tepat untuk kedua kalinya, seperti dia mengusung Jokowi-JK pada Pilpres lalu," kata Abirekso.

Apalagi, lanjut dia, perjuangan dan pemikiran Megawati sangat bertentangan dengan apa yang dilakukan Ahok. Pilihan politik Megawati akan sangat bermartabat jika kemudian memilih Rizal Ramli, sosok yang paling mewakili cita-cita Trisakti Bung Karno.

Rizal Ramli juga dikenal sebagai tokoh yang begitu dekat dengan masyarakat bawah, korban-korban penggusuran, dan selalu mengedepankan kesejahteraan rakyat dibanding kepentingan golongan.

"Megawati berjuang untuk kesejahteraan, Ahok berperilaku menyengsarakan. Kita berharap Megawati mendengar jeritan rakyat," demikian Abireksso. (k)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...