18 June 2019

PDIP: Kinerja Sudirman Said dan Rini Sumarno Buruk, Harus Dicopot

KONFRONTASI- Keberhasilan audit Petral-PES oleh Pertamina tidak akan membantu menutupi buruknya kinerja Kementerian ESDM yang dipimpin Sudirman Said dan Kementerian BUMN yang dipimpin Rini Soemarno.‎

"Paparan keberhasilan kinerja dan ekspose audit Petral sebagai konsumsi politik Rini Soemarno dan Sudirman Said tidak akan banyak membantu meningkatkan buruknya kinerja mereka," jelas anggota DPR RI, Effendi Simbolon saat dikontak, Rabu (11/11).

‎Menurut dia, ‎kinerja Sudirman dan Rini yang terkesan spekulatif dan manipulatif bisa merusak tatanan pemerintahan Jokowi-JK. Apalagi, sudah menjadi rahasia umum bahwa Sudirman merupakan bagian dari jaringan masa lalu di ISC Pertamina-Petral PES bersama dengan Ari Soemarno. ‎Sudirman pernah menjadi SPV ISC-Pertamina yang notabene adalah penentu dan pengambil keputusan impor minyak mentah dan BBM. Dia diduga berkongsi dengan dirut Pertamina waktu itu, Ari Soemarno.

‎"Sudirman Said sedang berakting dengan gayanya yang sok bersih. Niat pembuburan Petral tidak sepenuhnya tanpa kepentingan, ini lebih kepada mengambil kembali, merebut kembali kekuasaan dan kepentingan yang dulu mereka genggam," cetus Effendi yang politisi PDI Perjuangan ini. ‎Oleh karena itu, dia menyarankan agar presiden dan wakilnya bisa lebih jeli melihat kepentingan-kepentingan dari Sudirman Said dan Rini Soemarno. "Telisik siapa saja yang bermain, tidak hanya pada periode tertentu saja. Mulai dari Petral berdiri ataupun ketika Sudirman Said dan Ari Soemarno terlibat di dalamnya. Jangan kemudian maling teriak maling," jelasnya.

Menurutnya, apabila membawa hasil audit petral ke ranah hukum, seharusnya Rini Soemarno dan Sudirman Said yang diperiksa terlebih dahulu. ‎"Sudahlah, Rini Soemarno, Sudirman Said dan kroninya saatnya pass a way. Zaman mereka telah selesai. Kalau mau dibawa ke ranah hukum, bawa mereka dulu ke KPK, daripada orang hasil audit," pungkasnya.‎

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...