20 August 2019

PDIP Disarankan Ajukan Rizal Ramli. Agar Risma Tetap Bertugas di Surabaya

KONFRONTASI- PDIP disarankan ajukan Rizal Ramli PhD, mantan menko ekuin dan mantan menko kemaritiman, sebagai calon gubernur DKI. Partai Banteng disarankan tidak mengajukan Risma karena Risma masih bertugas di Surabaya. Rizal Ramli punya kans untuk menang melawan Ahok, ketimbang Risma.

Demikian pandangan aktivis senior Persatuan Alumni GMNI Nehemila Lawalata dan pengamat politik Universitas Paramadina Herdi Sahrasad.

Para analis politik itu menilai TemanAhok dan koalisi parpol Ahok sangat siap menghadapi Risma karena peluang untuk menang jauh lebih besar. Benar bahwa Ahok vs Risma cenderung seimbang, namun para analis melihat, peluang Ahok untuk menang jauh lebih terbuka.

Nampaknya Koalisi besar PDIP pimpinan Megawati yaitu PAN, PPP, PKB, Demokrat, PKS, dan Gerindra, perlu menimbang beberapa hal yang krusial sebelum memastikan Risma jadi cagub koalisi besar itu sendiri.

Bagaimanapun, bila Risma kalah melawan Ahok, maka ada tiga kerugian yang diderita Risma dan koalisi besar PDIP Megawati Soekarnoputeri. Kandang Banteng merugi besar sedikitnya tiga lapis: Pertama, kekalahan Risma akan menyebabkan PDIP kehilangan basis politik di  DKI Jakarta. Kedua, Kekalahan Risma akan memebuat PDIP kehilangan basis di daerah tingkat II Surabaya. Ketiga, Kekalahan Risma akan menyebabkan PDIP kehilangan basis politik di Jawa Timur. Secara nasional, ketiga hal itu merupakan kerugian besar bagi PDIP karena PDIP kesulitan mencari kader kepemimpinan yang amanah seperti Risma di Surabaya.

Menurut Nehemia dan Herdi, PDIP sebaiknya mengusung Rizal Ramli agar Risma tetap di Surabaya menunaikan tugasnya karena  tanpa Risma, Surabaya bakal galau dan limbung pula warganya. ''Rekayasa gerakan sosial mengusung Risma itu patut diduga dibiayai jaringan dari cukong yang sama dengan reklamasi Ahok, jadi sudahlah hal itu lupakan saja sebab penuh rekayasa politik karbitan,'' kata Nehemia. (kj)

Para analis politik menilai TemanAhok dan koalisi parpol Ahok sangat siap menghadapi Risma karena peluang untuk menang jauh lebih besar. Benar bahwa Ahok vs Risma cenderung seimbang, namun para analis melihat, peluang Ahok untuk menang jauh lebih terbuka. Bagaimana solusinya?

Nampaknya Koalisi besar PDIP pimpinan Megawati yaitu PAN, PPP, PKB, Demokrat, PKS, dan Gerindra, perlu menimbang beberapa hal yang krusial sebelum memastikan Risma jadi cagub koalisi besar itu sendiri.

Bagaimanapun, bila Risma kalah melawan Ahok, maka ada tiga kerugian yang diderita Risma dan koalisi besar PDIP Megawati Soekarnoputeri. Kandang Banteng merugi besar sedikitnya tiga lapis: Pertama, kekalahan Risma akan menyebabkan PDIP kehilangan basis politik DI DKI Jakarta. Kedua, Kekalahan Risma akan memebuat PDIP kehilangan basis di darah tingkat II Surabaya. Ketiga, Kekalahan Risma akan menyebabkan PDIP kehilangan basis politik di Jawa Timur. Secara nasional, ketiga hal itu merupakan kerugian besar bagi PDIP karena PDIP kesulitan mencari kader kepemimpinan yang amanah seperti Risma di Surabaya.

Terkait Pilgub DKI 2017, PDI Perjuangan siap merangkul siapa saja yang ingin maju asal memenuhi kriteria. Termasuk, mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Sumber Daya, Rizal Ramli. Hal itu sebagaimana diutarakan politisi PDIP, Andreas Hugo Paraeira, di Jakarta, Senin (1/8).

Nama Rizal Ramli belakangan menguat untuk maju pasca dicopot dari jabatan menteri. Rakyat Jakarta menganggap Rizal sebagai rival yang pas untuk menandingi popularitas Basuki Tjahaja Purnama yang maju kembali dalam Pilkada 2017.

"Rizal Ramli masuk dalam radar kita (PDIP), tapi kita lihat nanti," kata Andreas di Menteng, Jakarta Pusat, Senin (1/8).

Pihaknya, kata Andreas, tetap memperhatikan kapabilitas dan aspek lainnya dalam menentukan, serta memutuskan calon gubernur. Namun, kata dia, semua hal itu tetap diputuskan Ketua Umum PDIP, Megawati Soekarnoputri.

"Ibu Mega perlu waktu untuk memutuskan," demikian Andreas.[mr/rmol]

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:26
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:23
Selasa, 20 Aug 2019 - 14:09
Selasa, 20 Aug 2019 - 11:03
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:59
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:55
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:52
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:47
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:41
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:36
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:32
Selasa, 20 Aug 2019 - 10:29