24 February 2020

Para Ulama Pondok Gontor: Dr Rizal Ramli, Mari Berjuang Melawan Kemiskinan dan Kebodohan dengan Jihad Ekonomi.

KONFRONTASI- “Mari bersama Pak Rizal Ramli saat ini kita teruskan perjuangan melawan kemiskinan, melawan kebodohan. Mari kita lakukan jihad ekonomi,” ajakKH Ahmad Suharto,  sang kiai yang secara serempak diamini oleh ribuan santri Pondok Gontor Ponorogo itu. Dan itulah tantangan kepada Menteri Koordinator Perekonomian di era Presiden KH Abdurrahman Wahid (Gus Dur) yakni Rizal Ramli (RR) tatkala melakukan kunjungan ke Pondok Pesantren Gontor, Ponorogo, Jawa Timur.

Ponpes modern ini pun dianggap tokoh nasional/ekonom senior itu sebagai pelaku konsep pendidikan yang sangat mandiri yang sejak dulu dikaguminya.

“Saya menemukan sistem pendidikan yang bagus untuk mempersiapkan anak Indonesia yang mandiri (di Ponpes Gontor). Waktu itu saya sudah sangat kagum,” tandas tokoh nasional yang pernah menjabat Menteri Koodinator Maritim dan Sumber Daya era Presiden Jokowi ini Sabtu kemarin, ditulis Minggu (15/10).

Kedatangan RR, begitu sapaan tokoh ini, langsung didoakan oleh ribuan santri tersebut. Wakil Ketua  Ponpes Gontor KH Ahmad Suharto menyebut sosok Rizal yang menjadi simbol pejuang kemiskinan dan kebodohan di negeri ini.

Dia pun beserta ribuan santri mendoakan Rizal dan negeri ini agar dalam waktu cepat dapat berubah menjadi lebih baik.

“Mari bersama Pak Rizal Ramli saat ini kita teruskan perjuangan melawan kemiskinan, melawan kebodohan. Mari kita lakukan jihad ekonomi,” ajak sang kiai yang secara serempak diamini oleh para santri itu.

Dalam sambutannya, RR menyebut, hampir 50 tahun yang lalu dalam tourney-nya dengan berkeliling Pulau Jawa itu setelah mengikuti program studi beasiswa di Jepang, Rizal justru menemukan sistem pendidikan yang sangat mandiri di Pesantren Gontor.

RR menegaskan, Ponpes Gontor merupakan salah satu inspirasinya untuk mendobrak pemerintahan era Soeharto agar melakukan UU wajib belajar karena pada saat itu ada sekitar delapan juta anak-anak tanpa pendidikan.

“Itulah gerakan pertama anti kebodohan di negeri ini,” puji dia.

Namun sayangnya, hingga kini dia masih Indeks Pembangunan Manusia di negeri ini masih saja rendah, tertinggal di bawah Singapura, Malaysia, Thailand. Itu yang sangat memprihatinkannya.

“Hingga saat ini, masih banyak yang susah untuk masuk kuliah karena biaya yang mahal,” ujar RR ini

Rombongan Rizal Ramli bersama Pimpinan Gontor KH Hasan Abdullah Sahal. Tampak antara lain di barisan depan  KH Syamsul Hadi, Ustad Dr Iqbal, Buya Irmansyah,Rektor Unida Prof Ahmad F Zarkasyi, Ir Syafril Sofyan (Aktivis Gerakan Mahasiswa 1977/78), Arif Gunawan (Jurnalis senior),  Dr  Herdi  Sahrasad (dosen Univ.Paramadina), Ridho Elisy (Dewan Pers), Ahmad Kasino (Aktivis 1998), civitas academica Unida dan para pengasuh Gontor

Tokoh Nasional Rizal Ramli berbicara di depan ribuan  santri saat melakukan kunjungan, berdialog  dan memberi Kuliah UMUM di Pondok Pesantren Gontor dan Universitas UNIDA Gontor di Ponorogo, Jawa Timur, Minggu (15/10). Dalam ceramahnya selain menekankan pentingnya menjaga kemandirian, percaya diri, dan menjaga harga diri (integritas moral) di kalangan generasi muda. Dalam kunjungan penuh kekeluargaan ini Riza Ramli mengenang kembali lawatannya di Pondok Pesantren Gontor ada 1976 saat masih mahasiswa. Di peantren modern ini Rizal, rombongan  dan para ulama menyampaikan motivasi kepada para santri untuk membangun Indonesia yang lebih baik

. (kf)

 

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...