16 June 2019

MK, Jalan Terakhir Prabowo-Sandi?

KONFRONTASI -  Koordinator Juru Bicara Badan Pemenangan Nasional (BPN) Prabowo-Sandiaga, Dahnil Anzar Simanjuntak meminta Mahkamah Konstitusi (MK) tak menjadi 'Mahkamah Kalkulator'. Ia meminta agar MK bisa meninggikan kualitas demokrasi.

"Perspektifnya, argumennya tentu kita berharap bahwa MK tak jadi mahkamah kalkulator, mahkamah akuntansi, MK harus jadi mahkamah meninggikan kualitas demokrasi," kata Dahnil di kediaman Prabowo, Jalan Kertanegara, Jakarta, Kamis, 23 Mei 2019. Ia menilai, MK harus melihat sisi kualitatif demokrasi.

Sebab, jika tidak melihat dari sisi tersebut maka demokrasi digeser pada ruang demokrasi matematika atau demokrasi kalkulator. "Kita akan mendorong ada fakta terstruktur, sistematis, masif, dan brutal. Itu yang ingin kita sampaikan secara kualitatif sekecil apapun pelanggaran itu, itu pasti sangat mengganggu kualitas demokrasi," kata Dahnil. Ia memastikan, timnya akan menunjukkan bukti kualitatif dan kuantitatif. Saat ini, tim hukum sedang meramu argumentasi dengan back up data dari BPN.

Lihat videonya: https://www.youtube.com/watch?v=52ump7-bFaw (jft/TVOne)

 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...