16 December 2017

Miskin Gagasan, Anies Baswedan Akhirnya Hanya Urus soal Doa Siswa

JAKARTA-Menteri Kebudayaan dan Pendidikan Dasar, Anies Baswedan diminta tidak mencampuri urusan teknis berdoa para siswa di sekolah.

Mantan Ketua DPR, Marzuki Alie mengatakan, masih banyak persoalan besar di dunia pendidikan yang perlu diselesaikan Anies.

"Urusan itu (doa) tidak usah diatur. Tugas masalah pendidikan ini banyak," kata Marzuki, ketika dihubungi, Jakarta, Rabu (10/12/2014).

Sebab, kata Marzuki, teknis berdoa sebaiknya diserahkan kepada kearifan yang berlaku di masing-masing sekolah. Mengingat, urusan doa adalah keyakinan setiap orang.

"Berdoa itu masing-masing. Saya dulu sekolah Katolik berdoanya atas nama Bapak, Putera, dan Roh Kudus. Kami yang muslim biasa saja," jelas Marzuki.

Politikus Partai Demokrat ini mengatakan keberagaman agama yang ada di Indonesia perlu dijaga. Sebab keberagaman itulah yang justru menjadi rahmat bagi Indonesia.

"Keberagaman ini yang membuat Indonesia besar," katanya.

Sebelumnya, Anies mengkritisi fenomena sekolah negeri di Indonesia yang sering menjalankan praktik agama sesuai agama mayoritas saja. Menurutnya hal itu tidak boleh terjadi.

"Sekolah negeri harus mempromosikan sikap Ketuhanan Yang Maha Esa bukan satu agama," ujar Mantan Rektor Universitas Paramadina itu dalam konferensi pers usai pelaksanaan silatuhrami dengan seluruh kepala dinas pendidikan seluruh Indonesia di Gedung Kemendikbud, Jakarta, Senin (1/12/2014).

Namun Anies kemudian membantah pernyataannya itu dianggap sebagai usaha menghilangkan kebiasaan berdoa di sekolah. Dia justru mengaku ingin mendorong kebiasaan berdoa sebelum dan sesudah belajar di sekolah.

"Adapun isi doa tengah dikonsultasikan dengan Kementerian Agama. Saya pernah bicara ini dengan Menteri Agama. Namun belum ada tindaklanjutnya," kata Anies. [mes]

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...