30 April 2017

Menteri Susi Pudjiastuti Beberkan Kesuksesan Berantas Illegal Fishing

Konfrontasi - Kisah Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti dalam pergulatannya memberantas tindak pencurian ikan ilegal (ilegal fishing) di perairan Indonesia begitu menginspirasi para peserta The Woman Leaders Forum 2016 di Singapura, baru-baru ini. Visinya sudah jelas mengembalikan kejayaan bangsa ini sebagai Negara kepulauan.

Dikutip dari keterangan resminya di Jakarta, Minggu (6/3/2016), dalam gelaran yang diselenggarakan The Economist itu, Susi runut bercerita perannya masuk di pemerintahan Kabinet Kerja Joko Widodo-Jusuf Kalla (Jokowi-JK). Ia merasa bangga dan bahagia karena Presiden Jokowi memercayakannya untuk mengelola sektor kelautan dan perikanan, posisi yang kerap melekat pada kaum laki-laki.

Lebih dari setahun memimpin Kementerian Kelautan dan Perikanan, Susi bertanggungjawab terhadap kelestarian dan keberlanjutan sumber daya kelautan dan perikanan yang diharapkan sebagai prime mover pembangunan Indonesia bertumpu pada visi Laut adalah masa depan Bangsa. 

Berlari cepat, Menteri Susi segera membenahi sektor Kelautan dan Perikanan Indonesia. Ia menyesalkan, sebagai negara yang memiliki luas laut 95.181 kilometer (km) dengan potensi ikan yang banyak, Indonesia hanya menempati posisi ketiga di Asia sebagai eksportir produk perikanan.

Gebrakan atau strategi paling fenomenal dari Menteri Susi adalah memberantas Illegal, Unreported dan Unregulated (IUU) Fishing, seperti menggagalkan pencurian ikan ilegal, penyelundupan ekspor maupun impor produk perikanan sampai penenggelaman kapal yang sukses membuahkan hasil.

Pemberantasan IUU fishing dapat menjadi langkah awal Indonesia mewujudkan tata kelola kelautan dan perikanan yang berkelanjutan dan bertanggungjawab. Menteri Susi berbagi pengalamannya terkait apa saja yang sudah dilakukan Kementeriannya.

Dalam sesi interaktif dengan peserta yang mayoritas para kaum hawa, Menteri Susi menekankan bahwa permasalahan yang dihadapi oleh wanita adalah kurangnya pendidikan dan pelatihan.

"Padahal pendidikan sangat penting bagi seorang wanita untuk meraih kesuksesan, kata Susi. (lptn6/mg)

Category: 

loading...


News Feed

Berita Lainnya

loading...