21 February 2020

Menteri Enggar Dicemooh dan Layak Dicopot Jokowi

KONFRONTASI -   Gara-gara harga telur naik karena pesta sepak bola dunia 2018 yang baru saja usai, Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita, dicemooh sejumlah kalangan. Bahkan meminta Presiden Joko Widodo mencopot Enggartiasto.

“Ini sudah tabiat menteri Jokowi. Sebelumnya Enggar suruh tanam cabai ketika cabai mahal. Ini menunjukkan kapabilitas yang rendah dari seorang Enggar. Saya kira dia layak dicopot dari jabatan menteri," ujar Presidium Pergerakan Andrianto di Jakarta, Rabu (18/7/2018).

Sebelumnya Menteri Perdagangan, Enggartiasto Lukita mengonfirmasi bahwa memang ada kaitan langsung antara piala dunia dengan kenaikan harga telur, terutama yang untuk konsumsi rumah tangga.

Selama gelaran sepakbola dunia itu, permintaan telur memang meningkat, sebagai makanan instan untuk menemani bergadang sambil menonton sepakbola.

Sementara itu Wasekjen MUI Tengku Zulkarnain melalui akun akun Twitter pribadinya, @ustadtengkuzul, Selasa (17/7/2018), mengemukakan,“Ingin Tertawa Terbahak Bahak Dilarang Nabi. Tidak Tertawa Gelinya Bukan Main. Mau Marah? Tdk Habis Pikir, Bisa Sekelas Menteri Ucapannya Begini.Jadi Kalau Piala Dunia Digelar di Negara Ini Harga Telur Bisa Rp 100.000/Kg Beras Mahal- Ditawar dong? Perasaan Rakyat Miskin Diabaikan?”.

Senator DKI

Sementara itu anggota Komite II Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI Dailami Firdaus mengatakan, mendengar dan membaca berbagai pernyataan baik dari Menteri Perdagangan maupun instansi terkait menyikapi lonjakan harga ini, ada kesan meremehkan serta asal bunyi saja.

“Melalui media saya membaca bila lonjakan harga telur karena gelaran piala dunia. Pernyataan pernyataan seperti itu menurut saya jelas-jelas memperlihatkan bila masalah utamanya justru ada di internal Kementerian Perdagangan,” tegasnya dilansir liputan6.com, Rabu (18/7/2018).

Mestinya, ujar Senator DKI Jakarta ini, Kemendag dan Kementan harus duduk bersama dan mengeluarkan data yang valid serta utuh, untuk dapat menyelesaikan lonjakan harga telur tersebut. Data tersebut lanjut dia, jangan hanya sebagai data pelindung di instansi masing-masing, namun benar benar data yang dapat dipertanggung jawabkan.

 “Karena kita semua sudah sering dipertontonkan dengan perbedaan data antara ke dua instansi tersebut yang akhirnya melahirkan sebuah kebijakan yang tidak solutif dan tidak prorakyat,” ungkap Ketua Yayasan Perguruan Tinggi As-Syafi’iyah itu.

Tak Sepakat

Gubernur Jawa Timur Soekarwo tak sepakat jika kenaikan harga telur barkaitan dengan gelaran Piala Dunia 2018. Menurut Soekarwo, kenaikan harga telur dipengaruhi pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat.

Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dolar AS tersebut menurutnya membuat pakan ayam menjadi naik. Karena pakan ayam di Indonesia saat ini masih harus diimpor dari negara lain. Sehingga pelemahan nilai tukar rupiah sangat mempengaruhi harga pakan ayam.  

"Semua itu kalau dibuat list ongkos produksinya itu naik, otimatis harganya (telur) naik. Nah harga pangannya naik. Karena pakan itu impor dan satuan pakannya dolar. Dolarnya 14 ribu lebih," kata Soekarwo saat ditemui di Gedung Negara Grahadi, Surabaya, Rabu (18/7) dilansir Republika.co.id

Sebelumnya seperti dikutip salah satu media sosial, Menteri Perdagangan Enggartriasto Lukita mengonfirmasi adanya kaitan langsung antara Piala Dunia dengan kenaikan harga telur, terutama yang untuk konsumsi rumah tangga. Selama gelaran Piala Dunia 2018, permintaan telur meningkat, sebagai makanan instan untuk menemani bergadang sambil menonton sepak bola. (KONF/HANTER)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...