16 September 2019

Menko Rizal Ramli dan Menko Luhut Panjaitan ''Kepret'' Sudirman Said yang Jalan Sendiri

KONFRONTASI- Dua menteri koordinator pada Kabinet Kerja telah memberikan pernyataan buruk terhadap Menteri ESDM Sudirman Said.

Pertama Menteri Koordinator Maritim Rizal Ramli yang menyebutkan, Sudirman ingin jalan sendiri terkait perpanjangan kontrak PT Freeport.

Kedua, Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan (Menkopolhukam) Luhut Pandjaitan yang menyebutkan, Sudirman Said bergerak sendiri soal Freeport dengan melaporkan Ketua DPR Setya Novanto (SS) ke MKD DPR tanpa izin Presiden.

"Dua menko sudah memberikan (pernyataan) miring terhada SS, bahwa orang ini sudah tidak dipercaya," kata pengamat politik Said Salahuddin saat dihubungi wartawan, Jumat (20/11/2015).

Menurut Said, ada kepentingan besar yang tengah dijalankan oleh Sudirman, tanpa berkoordinasi dengan pucuk pimpinan pemerintah, yaitu Presiden Jokowi.

"Sudirman sendiri yang ingin menikmati kepentingan itu. Bisa juga kelompok dia. Ini mengancam kedaulatan kita," tukasnya.

Sebelumnya Said menyebutkan, kelompok Sudirman yaitu keluarga Menteri BUMN Rini Soemarno. Sudirman diketahui dekat dengan keluarga Soemarno. Forum Mahasiswa Pengawas Aset Bangsa (FMPAB) mendesak Menteri ESDM Sudirman Said untuk segera mundur dari jabatannya. Sudirman dianggap telah merugikan negara atas penerbitan surat nomor 7522 tentang pemberian izin PT. Freeport Indonesia. Hal tersebut diteriakkan di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK). "Kita berdiri di sini mendesak KPK segera periksa Sudirman Said dan mundur dari jabatannya atau dicopot proses hukum," Kata Kordinator Aksi Varhan Abdul Azis, Jumat (20/11/2015). Para mahasiswa mengaku memiliki bukti-bukti data simulasi kerugian negara atas keluarnya surat nomor 7522/13/MEM/2015 tanggal 7 oktober 2015 yang mengabaikan pemerintah renegosiasi dalam undang-undang minerba dan mengakibatkan PT Freeport tetap menikmati tarif royalti emas sebesar 1 persen. "Masih banyak bukti lainnya. Ada sebendel ini kita mau laporkan ke KPK," tambahnya. (INL.K)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...