19 October 2018

Mengkritisi Janji Jokowi (2) : Tidak Menaikkan TDL

KONFRONTASI -   Tim redaksi Mediaoposisi.com kembali hadir menyajikan sajian khusus tentang  janji Jokowi.  Mengingat janji adalah hutang,maka Mediaoposisi.com berinisiatif untuk membantu Jokowi melunasi hutangnya pada rakyat dengan mengingatkan Jokowi pada janji yang ia buat saat kampanye.

 
Manisya Janji Kampanye 
Kebijakan pencabutan subsidi TDL di tahun 2017 bertentangan dengan janji Jokowi pada kampanye 2014 lalu. 
 
Jokowi-JK pada masa kampanyenya berkomitmen kuat untuk menurunkan tarif dasar listrik (TDL) jika nanti mendapat amanah untuk memimpin negeri ini. 

Saat itu,Tim pemenangan Jokowi-JK, Arief Budimanta menganggap pemerintah SBY gagal dalam mengelola pengalihan pemakaian bahan bakar pembangkit untuk PLN. Jokowi sendiri berjanji akan mengelola pengalihan tersebut dengan sebaik baiknya.
 
"Kalau nanti Jokowi-JK terpilih TDL akan kami turunkan dengan cara mengoptimalkan konversi BBM ke migas," sesumbar  Arief , Senin (30/6/2014).

Ia juga menjanjikan bahwa, TDL yang akan turun bukan hanya untuk rumah tangga, melainkan semua golongan. Termasuk kalangan industri.

Menurut dia, kenaikan tarif yang selama ini terjadi disebabkan karena beban produksi yang terus membengkak. Pemerintahan SBY-JK dinilai tak mampu menjalankan sistem pengalihan bahan bakar, dan biaya impor minyak untuk menutupi kebutuhan itu.

"Kenaikan harga TDL hanya ditujukan untuk menutupi biaya impor bahan bakar pembangkit listrik tersebut," ujar dia.
Janji tersebut berbanding terbalik dengan realita saat ini. Di awal tahun 2017, pemerintahan Presiden Joko Widodo (Jokowi) menaikkan tarif dasar listrik (TDL) bagi pelanggan 900 volt ampere (VA) yang tidak mendapatkan subsidi listrik, disusul rencana mencabut subsidi 450 VA. Kebijakan "paradoks" Jokowi ini mendapat kecaman dari Gerindra
 
Ketua DPP Partai Gerindra Sodik Mudjahid mengatakan, kenaikan ini sangat memberatkan rakyat. "Ini memberatkan dan tidak pro-rakyat," tegas Sodik, kemarin (1/5).
 
Dia mengatakan, kebijakan itu sangat tidak sesuai dengan janji kampanye Jokowi saat pemilihan presiden. "Ini tidak sesuai dengan janji kampanye," imbuhnya.
 
Anggota Dewan DPR RI Rofi Munawar juga menilai kenaikan TDL tahap III sangat memberatkan masyarakat. Apalagi momen kenaikan menjelang bulan suci Ramadan.
 
"Kenaikan TDL meskipun dilakukan bertahap selama tiga kali sepanjang 2017, tapi praktis tidak banyak perubahan kebijakan mitigasi yang berarti dari pemerintah dalam sektor kelistrikan bagi konsumen akhir. Sehingga pada akhirnya kenaikan sangat terasa berat,”
 
 
Rezim Berdalih dan Mengancam Rakyat
 
Sikap pemerintah dalam menanggapi penilaian masyarakat tentang kenaikan TDL patut disesali, seorang mantan aktivis Indonesia Corruption Watch (ICW) yang diangkat menjadi Kepala Kantor Staf Presiden, Teten Masduki malah membantah aspirasi masyarakat.
 
"Tidak benar ada kenaikan tarif dasar listrik. Yang terjadi bukan seperti itu," ujar Kepala Kantor Staf Presiden Teten Masduki di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Senin (12/6/017)
 
Ia berdalih, pemerintah menganggap banyak konsumen listrik 900 VA Subsidi adalah kalangan yang dinilai mampu.
"Setelah TNP2K bersama PLN memeriksa di lapangan 'by name by address' memang sebagian besar dikategorikan sebagai keluarga yang mampu dan tidak layak mendapatkan subsidi. Subsidi itu bukan untuk orang mampu," lanjut Teten tanpa memberikan penjelasan standar mampu dan tidak mampu versi PLN dan TNP2K
 
Kelakuan Dirut PLN,Sofyan Basir lebih memperihatinkan, ia malah mengancam rakyat yang menagih janji jokowi untuk tidak menaikkan TDL.
 
“Kenaikan tarif dasar listrik itu hanya isu. Mohon maaf, itu lebih ke arah mendiskreditkan PLN atau pemerintah," ujar Sofyan, di Kompleks Istana Presiden, Rabu (14/6/2017).
 
Tidak tanggung tanggung, ancaman meja hijau dilontarkan oleh Dirut PLN. "Pada saatnya nanti akan kami bawa ke ranah hukum. Ya belum sekarang. Tapi nantinya kami akan minta bantuan aparat hukum untuk meneliti ini. Karena kami duga terdapat unsur kesengajaan," ujar Sofyan.
 
Segera tepati hutangmu, Pak Presiden ! [KONF/MO]
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...