24 January 2017

Megawati: Jika Ada yang Ancam Bapak Presiden, Panggil Kita!

KONFRONTASI -    Ketua Umum PDI-Perjuangan, Megawati Soekarnoputri memastikan seluruh kader PDI-P rela berkorban untuk kepentingan bangsa dan negara.Puteri Proklamator RI Soekarno ini kemudian menyinggung kasus pengeroyokan yang menimpa anak buahnya beberapa waktu lalu.Hal itu dikatakan Megawati saat berpidato dalam HUT ke-44 PDI Perjuangan di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta, Selasa (10/1/2017).

"Anak saya ini nakal-nakal Pak Presiden, tapi kalau untuk bangsa dan negara apapun akan mereka berikan," ujar Megawati disambut riuh rendah tepuk tangan ribuan kader PDI-Perjuangan.

"Anak buah saya sudah ada loh yang digaplok. Kasihan anak ranting, tapi nanti mungkin kalau sudah sembuh orangnya saya kasih hadiah kehormatan," kata Megawati
Dalam pidatonya Megawati menegaskan PDI Perjuangan menyatakan dukungannya terhadap Pemerintahan Joko Widodo-Jusuf Kalla.

"Untuk itulah PDI Perjuangan selalu ikut dan berdiri kokoh menjaga jalannya pemerintahan Presiden Jokowi dan Jusuf Kalla sebagai pemerintahan yang terpilih secara konstitusional melalui pemilu langsung," tegas Megawati.

Megawati meminta Presiden Jokowi dan Wapres Jusuf Kalla tidak segan-segan melapor kepada PDIP bila ada pihak-pihak yang mengancam pemerintahan.

"Jadi kalau ada yang mau mengancam-ancam itu bapak presiden dan wakil presiden, panggil saja kita. Kalau ada yang mau macam-macam," kata Megawati.

Megawati lalu mengingatkan tentang Trisila yang diperas menjadi Ekasila yakni goyong royong. Menurutnya, hal tersebut merupakan paham yang dinamis, berhimpunnya semangat bersama untuk membanting tulang bersama, memeras keringat bersama untuk kebahagiaan bersama.

"Kebahagian yang dimaksud adalah kebahagian kolektif sebagai sebuah bangsa, yang memiliki tiga kerangka," kata Megawati.

Tiga kerangka tersebut pertama, kata Megawati, satu negara Republik Indonesia yang berbentuk negara-kesatuan dan negara-kebangsaan yang demokratis dengan wilayah kekuasaan dari Sabang sampai Merauke; dari Miangas hingga ke Rote.

Kedua, satu masyarakat yang adil dan makmur materiil dan spiritual dalam wadah Negara kesatuan Republik Indonesia.

Ketiga, satu persahabatan yang baik antara Republik Indonesia dan semua negara di dunia, atas dasar saling hormat-menghormati satu sama lain, dan atas dasar membentuk satu Dunia Baru yang bersih dari penindasan dalam bentuk apa pun, menuju perdamaian dunia yang sempurna.

"Adapun untuk mencapai kerangka tujuan di atas diperlukan dua landasan: landasan idiil, yaitu Pancasila dan landasan strukturil, yaitu pemerintahan yang stabil," ucap Megawati.(Juft/Trbn)

Category: 

 


loading...
loading...

BACA JUGA:      

Loading...