20 November 2018

Mandra Resmi Ditahan Kejakgung

JAKARTA, KONFRONTASI -- Kejaksaan Agung (Kejagung) resmi menahan seniman Betawi, Mandra Naih yang tersangkut kasus dugaan korupsi program siap siar di TVRI tahun 2012. Mandra ditahan setelah penyidik pidana khusus (Pidsus) Kejagung melakukan pemeriksaan selama lebih dari tujuh jam pada hari ini.

"Hari ini dilakukan penahanan terhadap tersangka M yang juga seniman Betawi dalam kasus program siap siar TVRI," ujar Kepala Pusat Penerangan Umum (Kapuspenkum) Kejagung, Jalan Sultan Hasanudin, Jakarta, Jumat (6/3/2015).

Tak hanya Mandra, penyidik Pidana Khusus Kejagung juga menahan dua tersangka lain dalam kasus ini yaitu Iwan Chermawan selaku Direktur PT Art Image dan pejabat pembuat komitmen yang juga pejabat teras di TVRI Yulkasmir.

"Dua tersangka lain yang hari ini diperiksa, juga ditahan bersama dengan tersangka M," ungkap Tony.

Ketiga tersangka, lanjut Tony, akan ditahan di Rutan Salemba Cabang Kejagung selama 20 hari ke depan. "Hari ini dilakukan penahanan untuk 20 hari ke depan untuk memudahkan proses penyidikan," jelasnya.

Untuk diketahui, Seniman Mandra Naih alias Mandra kini berstatus tersangka di Kejaksaan Agung atas dugaan tindak pidana korupsi Program Acara Siap Siar Lembaga Penyiaran Publik TVRI Tahun Anggaran 2012.

Mandra telah ditetapkan sebagai tersangka dengan Surat Perintah Penyidikan nomor 04/F.2/Fd.1/2/2015. Kemudian tersangka Iwan dengan Sprindik nomor 05/F.2/Fd.1/2/2015 serta tersangka Yulkasmir dengan Sprindik nomor 06/F.2/Fd.1/2/2015. Mereka dijerat dengan Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU nomor 31 tahun 1999 juncto UU nomor 20 tahun 2001 dengan ancaman 20 tahun penjara.

Pengacara Syok

Raut muka seniman Mandra Naih terlihat muram ketika keluar dari Gedung Bundar Pidana Khusus (Pidsus) Kejaksaan Agung, usai menjalani pemeriksaan selama hampir sembilan jam. Kesedihan Mandra semakin nampak ketika mobil tahanan Kejagung sudah menunggu di depan lobi Gedung Bundar.

Kuasa hukum Mandra, Sonie Sudarsono merasa terkejut dengan penahanan yang dilakukan terhadap kliennya itu. Ia merasa penahanan ini sangatlah subyektif ,di mana kliennya tidak akan melarikan diri selama proses penyidikan.

"Sangat shock, penahanan ini sangat subyektif, di mana penyidik ingin menghindari adanya upaya melarikan diri dan menghilangkan barang bukti. Dia enggak akan seperti itu," jelas Sonie kepada wartawan di Kejagung, Jumat (6/3/2015).

Menurut Sonie, Mandra tidak pernah menerima uang tersebut. Adanya aliran dana yang masuk ke rekening perusahaanya atas permintaan seorang broker yang juga telah ditetapkan menjadi tersangka dan juga telah ditahan bersama Mandra, yakni Iwan Chermawan.

"Bang Mandra tidak pernah mengetahui adanya rekening itu apalagi yang namanya giro. Faktanya Haji Mandra tidak pernah menerima itu," jelasnya.

Atas penahanan ini, Sonie akan mengajukan penangguhan penahanan terhadap kliennya yang pernah main di sinetron Si Doel Anak Sekolahan itu. Pihaknya membantah bila Mandra berupaya melarikan diri, padahal ia pun sudah dicekal untuk bepergian.

"Alasan apa Haji Mandra melarikan diri? Toh sudah dicekal. Kami akan ajukan penangguhan penahanan Senin depan," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Sub Direktorat Tindak Pidana Korupsi Kejagung, Sarjono Turin menuturkan, Mandra akan ditahan selama 20 hari ke depan. Mandra akan ditahan karena dikhawatikan akan menghilangkan barang bukti, serta mempengaruhi saksi dan berusaha untuk melarikan diri.

"Dilakukan penahanan karena alasan subyektif berdasarkan KUHAP. Dikhawatirkan tersangka akan menghilangkan barang bukti, mempengaruhi saksi dan dikhawatirkan melarikan diri," ujar Turin.

Terkait pernyataan Mandra yang mengaku tidak tahu mengenai kasusnya, Turin mengatakan hal tersebut tidak mungkin terjadi. Berdasarkan bukti-bukti yang didapat, Turin yakin Mandra mengetahui kontrak itu karena ia menandatanganinya.

"Mandra kan bukan anak-anak yang tidak tahu hukum. Dia menandatangani kontrak berdasarkan bukti yang kami peroleh, itu sudah memenuhi," ujarnya.

Sebelumnya, Mandra Naih alias Mandra 'Si Doel' ditetapkan sebagai tersangka pada 10 Februari 2015. Mandra ditetapkan menjadi tersangka atas kasus dugaan korupsi program siap siar di TVRI pada 2012.

Selain menetapkan Mandra sebagai tersangka, Kejagung juga telah menahan tersangka lain, yakni IC (Iwan Chermawan), selaku Direktur PT. Media Art Image dan YKM (Yulkasmir), selaku pejabat pembuat komitmen (PPK) yang adalah pejabat teras di TVRI.

Mereka dijerat Pasal 2 ayat 1 dan Pasal 3 UU Tindak Pidana Korupsi Nomor 31 Tahun 1999 juncto UU No. 20 Tahun 2001, tentang Tindak Pidana Korupsi dengan ancaman maksimal 20 tahun penjara.

(Okezone)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...