25 January 2017

Mahfud MD: Separuh Hidup Gus Dur Dikorbankan untuk Keutuhan Indonesia

JAKARTA-Sejumlah tokoh nasional yang dikenal dekat dengan Abdurrahman Wahid atau Gus Dur menggelar saresehan untuk mengenang tujuh tahun wafatnya presiden keempat RI tersebut.

 

Dalam saresehan itu, cendekiawan muslim Muhammad Mahfud MD sempat mengungkapkan pandangannya terhadap sosok Gus Dur.

Mahfud menuturkan, sebagai seorang tokoh bangsa Gus Dur telah melahirkan banyak aktivis dari berbagai kalangan.

Kedekatan Gus Dur dengan berbagai kelompok, kata Mahfud, bisa diartikan sebagai upaya untuk menularkan gagasan-gagasan keindonesiaan yang inklusif.

Hampir separuh hidup Gus Dur dihabiskan untuk menyebarkan gagasan itu.

"Gus Dur melahirkan aktivis dari berbagai kalangan. Separuh hidup Gus Dur dikorbankan untuk keutuhan indonesia. Menciptakan indonesia yang inklusif," ujar Mahfud saat membuka acara saresehan di kantor MMD Initiative, Matraman, Jakarta Pusat, Rabu (11/1/2017).

Dia menyebut Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, tokoh agama Katolik Romo Benny Susetyo, Pengamat Politik CSIS J Kristiadi dan Intelektual Muda NU Ulil Abshar Abdalla sebagai aktivis yang mewariskan gagasan-gagasan Gus Dur.

Menurut Mahfud, saat ini mereka memiliki andil dalam menyebarkan semangat keindonesiaan yang beragam, seperti keinginan Gus Dur.

"Saat ini ada orang-orang seperti Pak Luhut, Romo Beni dan Ulil. Ada juga Pak Kristiadi yang meski beragama Katolik tapi pandangan politiknya Gus Dur dan NU," kata Mahfud sambil berkelakar.

(Baca juga: Mengenang Gus Dur dan Betapa Terbukanya Pintu Istana...)

Mahfud menilai saat ini bangsa Indonesia membutuhkan sosok-sosok seperti Gus Dur yang mampu mendamaikan konflik horizontal di tengah masyarakat.

Dia pun berharap akan semakin banyak tokoh nasional yang mewariskan gagasan-gagasan Gus Dur agar Indonesia menjado bangsa yang damai.

Selain Mahfud, hadir pula istri Gus Dur Shinta Nuriyah Wahid, Menteri Koordinator bidang Kemaritiman Luhut Binsar Pandjaitan, tokoh agama Katolik Romo Benny Susetyo, Pengamat Politik CSIS J Kristiadi dan Intelektual Muda NU Ulil Abshar Abdalla.

Category: 

 


loading...
loading...

BACA JUGA:      

Loading...