21 July 2019

Mahasiswa Desak Jokowi-JK Mundur dari Istana, harga BBM Naik Bukti Keduanya Neoliberal Tulen

KONFRONTASI-  Di Malaysia justru pemerintah menurunkan harga BBM. Namun di sini, kebijakan Presiden Joko Widodo menaikkan harga bahan bakar minyak (BBM) tanpa persetujuan DPR merupakan kebijakan  Neoliberalisme yang tidak sah, ilegal, inkonstitusional. Kaum mahasiswa serukan Jokowi-JK mundur dalam aksi-aksi demo di Jakarta, Bogor, Surabaya, Malang, Yogyakarta, Bandung,  Makassar, Medan dan kota-kota lain di Tanah Air.

Aksi mahasiswa di seluruh penjuru negeri itu mendapat dukungan dari  para aktivis LSM, jenderal purnawirawan dan intelektual kampus serta DPR. Kalangan BEM, HMI, PMII,GMNI, PMKRI, GMKI, dan KAMMI serta berbagai kelompok mahasiswa bergerak mendesak Jokowi-JK membatalkan naiknnya harga BBM atau mundur dari istana jika tetap ngotot naikkan  harga.

"Jokowi melanggar UU 12/2014 tentang Perubahan Atas UU 23/2013 tentang Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) Tahun Anggaran 2014," kata peneliti Institute for Global Justice (IGJ), Salamuddin Daeng, beberapa saat lalu (Selasa, 18/11).

Salamuddin menjelaskan, dalam Pasal 14 Ayat 13, anggaran untuk subsidi energi yang merupakan bagian dari Program Pengelolaan Subsidi sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dapat disesuaikan dengan kebutuhan realisasi pada tahun anggaran berjalan berdasarkan realisasi harga minyak mentah (ICP) dan nilai tukar rupiah. Sementara saat ini harga minyak mentah dunia jatuh, bahkan telah berada dibawah 80 dolar AS barel. Dengan demikian tidak ada alasan bagi pemerintah Jokowi menaikkan harga BBM.

Sebelumnya kaum relawan Presiden Joko Widodo atau Jokowi mulai kecewa karena anggota kabinetnya merupakan pesanan dari mafia.

 

"Tidak sesuai dengan revolusi mental, kabinet Jokowi pesanan mafia dari migas sampai proyek pembangunan," kata inisiator Relawan Revolusi Mental, Indro Tjahjono. 

Menurut mantan aktivis mahasiswa 77/78 ini, anggota kabinet Jokowi isinya orang-orang pesanan dari cukong. "Kami sangat kecewa dengan Jokowi, cukong dan terindikasi koruptor masuk anggota kabinet," jelasnya.

Kini harga BBM dinaikkan Jokowi-JK, dan keduanya, menurut Indro Tjahjono,  jadi ‘’common enemy’’ dari rakyat Indonesia.

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...