27 May 2018

Langkah Cerdas Rizal Ramli, Wong Saya Cuma Terima Perintah Pak Jokowi

KONFRONTASI -  Tokoh Nasional Rizal Ramli melakukan safari politik keliling Indonesia guna menyerap aspirasi masyarakat.Alhasil, Begawan Ekonomi Rizal Ramli yang dikenal sangat kritis dan konsisten digaris rakyat tersebut berhasil meraih simpati masyarakat.

Hal ini mulai terbukti saat dirinya ke wilayah Indonesia Timur dan dinobatkan sebagai Ngofa Tidore (Anak Tidore) oleh Sultan Tidore Husein Syah.

Rizal Ramli yang dikenal juga sebagai Tokoh Perubahan ini sudah keliling ke berbagai wilayah di Indonesia seperti, sebagian wilayah Indonesia timur, Jawa-Timur, Jawa Barat, Jawa Tengah, Sumatera Selatan, Sumatera Barat, Sumatera Utara dan Aceh.

Dari semua tempat yang dikunjunginya, Rizal Ramli kerap memaparkan permasalahan yang ada dan memberikan solusi untuk menjadikan Indonesia lebih baik.

Pasalnya, Mantan Penasehat Ekonomi Perserikatan Bangsa-Baangsa (PBB) ini sering diundang untuk menjadi pembicara di berbagai diskusi publik.

“Baik masalah banyaknya para elit yang terlibat kasus korupsi, SARA, masalah utang Indonesia, sampai sosok pemimpin yang adil”

Belum lama ini, Presiden Jokowi mengambil langkah cepat untuk mengatasi derasnya kritikan soal utang Indonesia yang kian tajam. Sehingga Jokowi meminta para pengkritik untuk debat menggunakan data dengan Menteri Terbaik se-dunia Sri Mulyani.

“Hal ini dilakukan Jokowi untuk memberikan pemahaman secara terbuka kepada masyarakat terkait utang dari tokoh yang ahli di bidang ekonomi”

Jokowi merasa yakin, menteri Keuangan Sri Mulyani dapat menghadapi para ‘pengkritik utang’ dengan menggunakan data.

Pasalnya, menteri Keuangan Republik Indonesia, Sri Mulyani Indrawati, mendapatkan Penghargaan Menteri Terbaik di Dunia (Best Minister in the World Award) di World Government Summit yang diselenggarakan di Dubai, Uni Arab Emirates. Yang Proses seleksi dan penentuan pemenangnya dilakukan oleh lembaga independen Ernst & Young dan diselenggarakan oleh World Government Summit.

Namun, hingga saat ini Menteri Keuangan Sri Mulyani belum merespon perintah dari Presiden Jokowi, meski Rizal Ramli sudah menyatakan siap untuk melakukan debat menggunakan data.

Padahal, Sejumlah stasiun TV berebut untuk bisa menayangkan debat antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan ekonom Rizal Ramli, bertema utang luar negeri.

Sementara, Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengaku siap menjadi wasit debat kedua tokoh itu.

Ketua Majelis Permusyawaratan Rakyat (MPR) Zulkifli Hasan mengaku siap menjadi wasit debat antara Menteri Keuangan Sri Mulyani dengan ekonom Rizal Ramli. Diketahui, Rizal Ramli menantang Sri Mulyani debat soal utang luar negeri.

“Kalau saya disuruh jadi wasit saya siap saja,” ujar Zulkifli menjawab wartawan di gedung MPR, Jakarta, Kamis (3/5).

Sedangkan Rizal menyatakan bahwa sejumlah stasiun televisi sudah mengajukan surat resmi kepada Presiden Joko Widodo dan ditembuskan kepada Sri untuk memasilitasi debat. “Mereka kirim surat kepada presiden dan menkeu belum ada jawaban. Kita tunggu saja,” ujarnya di gedung parlemen, Jakarta, Kamis (3/5).

Tentunya, langkah politik Rizal Ramli ini membuat kesal berbagai kalangan yang berbeda pandangan dengannya.

Namun, tanpa disadari, menolaknya Sri Mulyani melakukan debat dengan Rizal Ramli akan melambungkan nama sang Rajawali Ngepret tersebut.

Karena, Rizal Ramli mengatakan, tantangan debat dengan Menkeu Sri Mulyani adalah mengikuti perintah dari Presiden Jokowi.

Seperti judul berita yang dilansir Sebarr.com “Wong Saya Cuma Terima Perintah Pak Jokowi Untuk Debat Dengan Menkeu, Ada yang Salah?”

“Mbok Sri tanggung jawab dong!” tambah Rizal dalam akun Twitternya.

Menguatnya dukungan masyarakat kepada mantan menteri Koordinator bidang Perekonomian era presiden Abdurrahman Wahid (Gus Dur) ini, membuat partai politik mulai mempertimbangkan nama Rizal Ramli di Pilpres 2019 mendatang.

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) selaku pengusung Jokowi, langsung memberi sinyal untuk menggandeng sahabat kental alm Taufiq Kiemas tersebut bersanding dengan Jokowi.

Hal ini terlihat dari pernyataan politk Sekjen PDI-P Hasto Kristiyanto kemarin.

“Jangan tiba-tiba jadi calon wakil presiden kalau keliling Indonesia saja belum pernah sehingga mengetahui ke Indonesiaan kita.”

Demikian dikatakan Sekretaris PDI Perjuangan, Hasto Kristiyanto di Jakarta, Jumat (4/5/2018).

Hasto mengatakan bahwa sudah seharusnya pemimpin itu turun ke bawah, memahami masalah rakyat, dan punya solusi atas permasalahan tersebut.

“Pemimpin itu bukan hasil lobi-lobi, pemimpin itu bergerak, merespons persoalan rakyat dan memberikan solusi,” kata dia.

Menurut dia, munculnya nama-nama cawapres di publik merupakan hal yang positif.

Sebab dengan begitu, kata dia, rakyat bisa melihat kelayakan sosok-sosok menjadi cawapres Jokowi di Pilpres 2019.

Seperti kita ketahui, Presiden Jokowi keliling Indonesia guna mendengar, memahami masalah tiap daerah dan memberikan solusi. Demikian juga Rizal Ramli yang sedang melakukan safari politiknya di berbagai daerah.

“Inilah Langkah Cerdas dari Sang Lokomotif Perubahan”(KONF/SEBARR)

Category: 
Loading...