25 August 2019

KPU Pengacau?

Oleh: Radhar Tribaskoro

 

Penolakan revisi visimisi berpotensi mengacaukan pemilu dan negara. Berikut beberapa alasannya.

Sebagai mantan komisioner saya tahu persis bhw dokumen visi misi yg diserahkan pada saat pendaftaran itu tidak ideal. Seperti kita ketahui kandidat seringkali mendapat kepastian partai pengusungnya baru pada H-1. Belum ada cukup kesempatan bagi koalisi partai untuk menyatukan visimisi mereka. Berkenaan dengan hal itu sebelumnya pernah ditanya kepada KPU, bisakah dokumen visimisi direvisi. Jawaban KPU waktu itu, dokumen visimisi bisa dirubah kapan saja. Sepengetahuan saya memang itulah kebijakan standar KPU.

Barangkali KPU berlindung di balik doktrin kepastian hukum. Tentang hal itu dapat saya katakan bahwa kepastian hanya salah satu tujuan dari hukum. Tujuan lain adalah keadilan dan kemanfaatannya. Revisi visimisi menghasilkan visimisi dari pemikiran yang lebih baik dan seksama. Tidak adil bagi kandidat kalau ia dipaksa utk berkampanye dengan pemikiran yang tidak maksimal. Tidak adil juga bagi pemilih mendapatkan masukan yg tidak maksimal dari kandidatnya.

Selain itu, buat apa membikin hukum tetapi tidak ada kemanfaatan. Menolak revisi misivisi tidak memberi manfaat bagi kandidat, tidak pula memberi manfaat kepada pemilih, malah mudharat bagi KPU karena ia dianggap tidak mandiri lagi. Dengan menolak revisi maka KPU membikin kacau pemilu. Kalau Prabowo menang KPU membikin kacau Indonesia tentang dokumen mana yg mau dipakai sebagai janji capres. Jadi, KPU telah bertindak sebagai pengacau negara.

Alasan ketiga, asas kepastian hukum justru diciderai karena revisi visimisi tidak dilarang dalam undang2 dan peraturan KPU manapun. Melarang atau mengijinkan kemudian menjadi diskresi dari pengambil keputusan (KPU). Saya akan melarang kalau revisi itu menciptakan ketidak-adilan dan tidak ada kemanfaatan. Sebaliknya saya akan mengijinkan bila revisi memberi kemanfaatan dan keadilan, bagi pemilih dan kandidat. Demikianlah dulu saya mengijinkan perubahan visimisi di pilkada dan pilgub di jabar, karena saya menginginkan rakyat pemilih memperoleh yang terbaik dari kepala2 daerah mereka.---(Jft/PribumiNews)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...