21 September 2019

Kompromisme soal Kapolri, Kredibilitas Koalisi Merah Putih bakal Tergerus

JAKARTA- Koalisi Merah Putih (KMP) bakal tergerus kredibilitasnya jika dukung Budi Gunawan jadi Kapolri karena jelas KMP pun dinilai masyarakat juga bermental korup, mengingat ICW dan KPK sudah memberi ''rapot merah'' kepada Budi Gunawan. Presiden Joko Widodo resmi mengajukan calon tunggal Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri) Budi Gunawan. Kalangan Parlemen menyambut positif penunjukan Budi Gunawan. Inikah mahar perkawinan politik KMP-KIH?

Secara umum, respons DPR terhadap Budi Gunawan positif. Sejumlah fraksi di Parlemen menunjukkan sikap positif terhadap bekas ajudan Presiden Megawati Soekarnoputri itu.

Anggota Fraksi PDI Perjuangan Pramono Anung mengatakan sosok Budi Gunawan merupakan lulusan akademi kepolisian (Akpol) terbaik angkatan 1983 begitu juga ia menjadi lulusan terbaik Lemhanas. "Karir beliau sampai bintang tiga tidak gampang. Kalau Presiden pilih Budi Gunawan, saya yakin nantinya dalam proses di Komisi III akan berjalan lancar. PDI Perjuangan akan beri dukungan," kata Pramono di sela-sela Sidang Paripura DPR, Kompleks Parlemen Senayan Jakarta, Senin (12/1/2015).

Sementara Ketua Komisii Hukum DPR RI Aziz Syamsudin mengatakan Komisi Hukum memiliki mekanisme tersendiri dalam memilih calon Kapolri yang terbaik sesuai kepentingan bangsa dan negara. Ia memastikan pihaknya bakal memilih calon yang terbaik. "Hanya calon terbaik yang kami pilih," tegas Aziz.

Wakil Ketua Umum Partai Golkar versi Munas Partai Golkar Bali ini menegaskan pilihan DPR terkait calon Kapolri akan memberi dampak positif bagi institsui Bhayangkara. Ia mencontohkan pilihan komisioner KPK yang dipilih Komisi III terbukti mendapat dukungan masyarakat. "Jadi siapapun nanti Kapolri yang kami pilih adalah yang terbaik dan akan didukung masyarakat," uujar Aziz optimistis.

Hal senada juga ditegaskan Ketua Kelompok Fraksi (Kapoksi) PKS di Komisi III DPR RI Nasir Djamil. Menurut dia, soal rekening tak wajar yang dilekatkan pada diri Budi Gunawan semestinya tidak dijadikan alatt pembunuhan karakter. "Kita tidak mau ada pembunuhan karakter. Biar nanti Budi Gunawan yang menjelaskan di Komisi III," sebut Nasir.

Dukungan serupa juga muncul dari Sekretaris Jenderal (Sekjen) Partai NasDem Rio Capela yang menegaskan fraksinya di DPR RI akan mendukung Budi Gunawan untuk menjadi Kapolri. Lebih dari itu, Koalisi Indonesia Hebat (KIH) akan mendukung. "Dan pasti kita (Fraksi Partai NasDem) dukung," tegas Rio.

Anggota Komisi III DPR RI dari Frasi Partai Demokrat Ruhut Poltak Sitompul juga menegaskan hampir semua pimpinan partai politik mendukung dan memberi respons positif kepada Budi Gunawan. "Saya mendengarkan petinggi partai semua mengatakan baik. Kami di sini ini hanya wayang," sebut Ruhut.

Tensi politik di parlemen tterkait pemilihan calon Kapolri tampaknya mengendur. Sejumlah sinyal positif dari lintas fraksi mengisyaratkan figur Budi Gunawan mendapat lampu hijau dari fraksi-fraksi di parlemen. Kondisi ini tentu tak berlebihan bila Budi Gunawan tak ubahnya sebagai mahar perkawinan politik KIH dan KMP di Parlemen. Karena, ia mulus diterima mayoritas fraksi. Kita lihat saja uji kelayakan dan kepatutannya di Komisi Hukum DPR RI.

Tags: 
Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...