21 July 2019

Ketika Jokowi Tidak Mempunyai Argumen Lagi, Tak Tahukah Bapak Bahwa Bawahan Bapak Merampas Tanah dan Mencemari Lingkungan Hidup?

Oleh: Setiawan Budi*

 

Jakarta, Swamedium.com — Liat debat semalem, saya seperti liat final piala AFF antara timnas vs malaysia. Deg2an dan resah, semoga timnas bermain bagus dan bisa menyerang malaysia dengan permainan cantik.

Awal debat, ada kekecewaan melihat penmapilan Bapak yang terlalu memberi apresiasi pada jokowi. Terlalu baik hati dan tidak mau menyerang padahal dalam debat, memukul itu hal yang seharusnya terjadi. Tapi Bapak tetaplah mempunyai pemikiran sendiri.

melalui obrolan netizen twitter dan penjelasan tim BPN, apa yang di lakukan Bapak adalah taktik ketika bersikap demikian. Krena kubu lawan pastinya menyangka Bapak akan menyerang, Maka Bapak di tampilkan bijak di atas panggung untuk mengelabui pihak lawan.

DAN BERHASIL..

Ketenangan Bapak yang seharusnya membuat jokowi nyaman, malah berlaku sebaliknya. Jokowi tidak nyaman karena dalam mindset dia Bapak akan menyerang. Jokowi bagi saya terlihat seperti robot, perintah pada robot terus serang di atas panggung, karena sudah menganggap Bapak akan menyerang. Karena sebuah Robot, jokowi gak bisa improvisasi di atas panggung ketika melihat lawan berlaku sebaliknya. Dia tetap menyerang bahkan sampai menyasar ke pribadi Bapak. Di sinilah keunggulan Bapak terlihat Nyata.

Sikap frontal jokowi malah memperlihatkan kelemahan dirinya yang tidak bisa improvisasi di ats panggung. Jokowi bukan petarung ketika harus menyerang personal Bapak dengan membawa penguasaan lahan yang jadi topik.

Memang benar serangan pribadi sesuai topik, namun jadi rancu ketika hal itu di jadikan bahan seolah dirinya bersih dari hal2 penguasaan Lahan.

Setelah selesai menjankan tugas di militer, Bapak memang terlibat banyak bisnis di negara ini. Penguasaan lahan beliau pun di dapat melalui jalan yang Legal. Bukan memanfaatkan kekuasaan atau kedekatan, karena kita tau sendiri bahwa setelah Soeharto lengser, siapa lagi yang dekat dengan Bapak?

Lahan pertambangan di dapat setelah menang gugatan melalui MK. lahan PT. Kiani juga di dapat karena untuk selamatkan aset bangsa dari incaran pihak asing di mana mereka sudah membangun pangkalan di dekat PT. Kiani Kertas. Dan lahan itu adalah HGU dimana perizinan dan prosesnya melalui pemerintahan yang berkuasa.

Jokowi seharusnya bisa meninjau kembali HGU lahan Bapak, Jika di temukan ada pelanggaran atau ada laporan kerusakan lingkungan hidup, negara bisa mengambil alih lahan tersebut secara paksa. namun karena tidak adanya laporan kerusakan lingkungan hidup serta tidak adanya bentrok dengan masyarakat sekitar membuat penguasaan lahan yang di pegang Bapak tidak ada pelanggaran.

Lucu aja kalau masalah penguasaan lahan yang bersih tanpa konflik malah di jadikan sasaran tembak.

SEMENTARA ITU..

Di lingkungan jokowi sendiri ada pengusaha yang menguasai lahan dan sudah mendapatkan laporan dari masyarakat serta kerusakan lingkungan terjadi. Tapi jokowi abai dengan masalah itu, padahal dirinya dan pengusaha itu hanya berjarak 1 jengkal saja. Karena pengusaha itu mempunyai jabatan strategis di pemerintahan jokowi.

“gajah di ujung lautan nampak, upil di depan mata tak nampak”

Siapa pengusaha itu…?

menurut pemberitaan dari beritakaltim.co, seorang Luhut menguasai banyak lahan di kaltim. Gurita bisnis dia sangat besar sekali. Berdasarkan penelusuran di situs resmi perusahaan, Grup Toba Sejahtra terbagi ke dalam 6 anak usaha yang terdiri dari Toba Coal and Mining, Toba Oil and Gas, Toba Power, Toba Perkebunan dan Kehutanan, Toba Industri dan Toba Property and Infrastructure. Anak usaha tersebut terbagi lagi menjadi 16 perusahaan yang bergerak di berbagai sektor.

PT Adimitra Baramata Nusantara merupakan konsesi pertambangan seluas 2.990 hektare yang berlokasi di Kukar.PT Indomining dengan luas konsesi 683 ha, juga berlokasi di Kukar. PT Trisensa Mineral Utama, Grup Toba Sejahtra juga mempunyai konsesi pertambangan seluas 3.414 ha di Kukar. PT Kutai Energi adalah anak perusahaan Luhut yang terbesar mengusai konsesi batubara di Kukar yakni 6.932 ha. 

Di sektor perkebunan, masuk ke Kaltim melalui PT Toba Bara Sejahtera Tbk (TOBA), dimana pada 19 Juni 2013, telah membeli mayoritas saham dalam PT Perkebunan Kaltim Utama I. PT Perkebunan Kaltim Utama memiliki total luas lahan sebesar 8.633 ha dan lahan yang sudah ditanam seluas 2.896 ha. Izin Penanaman ini akan habis pada 2036 mendatang.

Lainnya, melalui PT Tritunggal Sentra Buana, PT Toba Sejahtra melakukan usaha patungan dengan Wilmar Plantations dan memiliki saham minoritas sebesar 25% atas perkebunan kelapa sawit yang berlokasi di Saliki, Kalimantan Timur. Perkebunan Saliki memiliki total lahan seluas 12.000 ha dengan total lahan Hak Guna Usaha (Izin Operasi) sebesar 5.759 ha. Perkebunan Saliki juga dilengkapi dengan alat giling yang dapat mengolah hasil panen minyak kelapa sawit mentah (Crude Palm Oil/CPO) dari perkebunan sendiri maupun milik para petani di sekitar.

Selain di Kukar, Luhut Pandjaitan juga mengembangkan usahanya di Nunukan, Kalimantan Utara melalui PT Adimitra Lestari yang didirikan pada 2005. Pada tahun 2008, perusahaan ini menerima Izin Usaha Pengelolaan Hasil Kayu (IUPHHK) yang berlaku selama 45 tahun untuk 52.100 ha hutan produktif di Nunukan.

membaca data itu saja, saya selaku publik merasa heran pada penampilan jokowi semalam yang menyerang Prabowo melalui bisnis legal yang ia kelola. Mengapa hanya Prabowo yang menganggu di matanya, bagaimana dengan Luhut yang ternyata lebih sexi untuk di bahas?

Jika menganggap masyarakat bodoh dan pasti akan terpana pada aksi panggung yang men-judge personal Bapak, mungkin jokowi bisa di anggap menang dalam debat malam tadi. Tapi dia lupa, masyarakat sekarang ini mempunyai individu2 yang kritis dan langsung mencari data untuk memperlihatkan benarkah tudingan tersebut.

Jika lahan yang di kuasai Bapak bisa di ambil kapan saja oleh negara, Bila di temukan pelanggaran terkait laporan LSM atau badan lingkungan hidup maupun HAM, maka beberkan saja keburukan Bapak. Tapi perlu di ingat…
Di samping jokowi saat ini ada individu yang sudah masuk laporan dari masyarakat dan juga badan yang membidangi lingkungan hidup tentang pelanggaran penguasaan lahan serta kerusakan lingkungan yang terjadi, TAPI ABAI DI TINDAK.

https://kumparan.com/walhijakarta/aksi-kelompok-petani-kaltim-melawan-pe...

Merampas Tanah dan Mencemari Lingkungan Hidup, Perusahan Milik Luhut Binsar Panjaitan, Dituntut Kembalikan Hak Petani

 

Silahkan cari kerusakan lingkungan dan perebutan dengan warga dari lahan yang di kelola Bapak, Jika ketemu akan saya apresiasi.

Buat Bapak Jokowi, baiknya melihat kanan kiri dulu sebelum menyerang. jangan sampai serangan malah senjata makan tuan. Mengenai kubu sendiri akhirnya terdiam karena tidak mampu berkata lagi.

“Jika menyerang asal menyerang, Monyet pun sangat pintar men-cakar untuk merebutkan makanan.”

Jokowi harus merenungkan perkataan Margaret Thatcher, Perdana Menteri inggris yg dikenal sebagai The Iron Lady ketika ia di serang pribadi beliau ketika berhadapan dengan lawan politiknya.

—— “Saya selalu senang ketika orang menyerang saya secara personal, karena itu artinya mereka sudah tidak punya argumen politis lagi”

Kita belum masuk kebohongan data dalam debat ya pak, renungkan dulu perkataan Margareth thatcher tersebut agar anda semakin membumi.(Jft/Swamedium)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...