16 October 2018

Kapolri : Demokrasi Ibarat Mobil, Terlalu Panas Bisa Meledak

KONFRONTASI -   Demokrasi itu  ibarat mobil yang harus jalan terus, namun jangan sampai berlebihan. Untuk itu, harus diantisipasi dengan cara sistem radiator. Yakni mobil biar jalan terus tetapi mesin jangan sampai panas yang berlebihan. Karena jika dibiarkan  bisa meledak. Hal itu diungkapkan Kapolri Jenderal Tito Karnavian saat diundang Habib Luthfi yang Hari Bayangkara ke-73, di Kota Pekalongan, Selasa siang (17/7).

Hadir pula Kapolda, Pangdam, jajaran Kapolres dan Korem serta Dandim se- Jateng serta jajaran MUI maupun tokoh ulama, MUI, santri  dan masyarakat sekitar. Menurut Kapolri, agar demokrasi berjalan sesuai ketentuan yang ada,  Polri menerapkan sistim pendingin sebagaimana radiator untuk menjaga susana demkorasi.

Diakuinya, jika perbedaan dalam demokrasi yang  menciptkan kebebasan yang berdampak sering terjadinya  pembelahan di tengah masyarakat.Meski begitu hal itu harus dihadapi dan  harus tetap jalan dengan berbagai konsekwensi yang harus dihadapi. “Dan dengan sistem yang diterapkan itu, kondisi sangat sejuk seperti saat ini,” katanya.

Buktinya  Pilkada yang digelar 171 kota se Indonesia berjalan sangat kondusif. Bahkan di  Jawa tengah ada pasangan calon memberikan ucapan ulang tahun kepada rivalnya. Kondusifitas yang terjadi tidak terlepas dari peran TNI yang menjadi bagian yang tidak terpisahkan dengan Polri .

Selain itu juga peran ulama dan tokoh masyarakat yang semuanya menginisiasi  kebersamaan, NKRI, toleransi dan yang lainnya. Sehingga  yang negatif dikecilkan atau minimalisasi, sebaliknya yang tetap besar dalam kebersamaan terus kita lakukan, “tambahnya.

Habib Lutfhi menuturkan, jika akan terus mendukung apa yang dilakukan Polri dan TNI yang menjaga keutuhan bangsa. Untuk itu, jika ada yang melawan , sebagai anak bangsa akan ikut membelanya untuk keutuhan NKRI(KONF/WAWASAN)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...