20 November 2018

Kami Dibiarkan Buta Pak Presiden: Page 5 of 6

Sementara Wakapolri Ari menegaskan penyelidikan polisi atas teror Novel sudah maksimal.

“Proses penyelidikan maksimal sudah kita kerjakan,” kata Wakapolri Komjen Ari Dono Sukmanto tanpa menjelaskan sejauh mana ke-maksimalan Polri mengusut kasus ini, di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis 1 November 2018.

Novel Curigai Pimpinan KPK Saat Ini Ikut Berkompromi

Selasa 11 April 2017. Saat itu Novel baru saja menyelesaikan sholat subuh berjamaah di Masjid Al Ikhsan, di Jalan Deposito RT 03/10, Kelapa Gading, Jakarta Utara, Selasa 11 April 2017.

Saat hendak perjalanan pulang, tiba-tiba saja terdapat dua orang laki-laki berboncengan sepeda motor menyiramkan air keras ke arah wajah Novel. Akibat siraman cairan korosif itu, mata kiri Novel mengalami kerusakan sampai 95 persen. Dari situ hari-hari Novel diselimuti kegelapan.

Novel mengungkapkan, serangan kepada dirinya bukan lah kali pertama terjadi. Sejumlah teror dan ancaman pun pernah dia alami, bahkan bukan hanya terjadi kepada dirinya, tetapi juga kepada banyak pegawai KPK lainnya. Berbagai bentuk ancaman dan serangan ini, sambung dia, sudah diketahui penyidik Polri.

Dalam catatan Wadah Pegawai KPK terdapat setidaknya delapan kali teror yang diarahkan kepada pegawai KPK dalam menjalankan tugas. Teror dan intimidasi tersebut, antara lain:

1. kriminalisasi terhadap pegawai KPK,
2. Penyerbuan dan teror terhadap fasilitas KPK,
3. Ancaman bom ke rumah penyidik,
4. Penyiraman air keras ke rumah dan kendaraan milik penyidik KPK,
5. Ancaman pembunuhan terhadap pejabat dan pegawai KPK;
6. Perampasan perlengkapan penyidik KPK,
7. Penangkapan dan penculikan terhadap pegawai KPK yang sedang bertugas,
8. Percobaan pembunuhan terhadap penyidik KPK;

“Pegawai KPK itu pernah diserbu, diculik, dan bahkan rumahnya dibom. Walau setelah dicek itu bom palsu,” kata Novel.

Namun, setiap kali tindakan teror tersebut dilaporkan ke polisi, tidak pernah ada tindak lanjutnya. Padahal, teror terhadap penyidik, bukan karena pelaku dendam terhadap individu yang bersangkutan. Melainkan hal itu merupakan satu bentuk teror terhadap KPK sebagai institusi.

“Padahal, perlindungan yang baik itu, apabila ada (pegawai KPK) yang diteror kemudian dibuka. Ini bukan suatu hal yang biasa. Karena ini sama saja serangan terhadap institusi KPK,” katanya lagi.

Menurut Novel, jika kasus tersebut tidak dituntaskan, maka perbuatan tersebut akan terus ada kepada aparat penegak hukum. “Perlindungan kepada aparatur bukan di jaga 24 jam, tetapi perlindungan terbaik adalah setiap ada serangan itu diproses dan diusut dengan akhirnya memberi sanksi kepada pelaku,” kata dia.

Novel melanjutkan, selain tidak ada political will yang kuat dari Presiden Joko “Jokowi” Widodo dalam penuntasan teror ini, Ia pun mulai merasa kalau tempatnya bekerja kini mulai terlihat berkompromi.

Hal kuat yang menjadi indikasi yakni, atasannya tidak ikut mendorong secara kuat agar semua teror yang pernah menimpa pegawainya agar segera diusut, sebab hingga kini, belum ada satu kasus teror pun yang berhasil diungkap.

“KPK kan masih berjalan sampai saat ini. Jangan sampai institusi ini menjadi yang sudah mulai berkompromi,” kata Novel.

Sebab, menurut dia, pemberian perlindungan yang terbaik apabila semua teror yang menimpa pegawai KPK diungkap.

“Sampai sekarang pimpinan KPK belum pernah perjuangkan hal itu. Saya ucapkan terimakasih,” ujar dia.

Menurut Novel, seharusnya pimpinan KPK bisa menggunakan kekuatannya untuk mendorong Presiden Jokowi membentuk TGPF. Novel takut jika apa yang dialaminya akan diterima juga oleh penyidik KPK lainnya dan pegawai instansi lain.

“Tapi sejak awal sampaikan, saya tidak pernah meminta urusan penyerangan kepada saya dijadikan yang utama. Bagaimana dengan permintaan saya semua teror diungkap. Karena saya masih ingat dalam suatu kesempatan, pimpinan KPK menyampaikan juga bahwa pimpinan KPK berkeinginan melindungi kami,” kata Novel Baswedan.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...