21 November 2018

Kami Dibiarkan Buta Pak Presiden: Page 2 of 6

Presiden Jangan Takut

Yang lebih menyakitkan lagi, Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) juga tidak kunjung dibentuk. Hal ini yang kemudian membuat Novel menarik kesimpulan bahwa kasusnya sengaja tidak diungkap.

“Saya ingin menyampaikan bahwa penyerangan kepada saya adalah penyerangan yang sengaja tidak diungkap. Saya katakan, sengaja tidak diungkap,” ujar dalam diskusi di Gedung Penunjang KPK, Jalan Kuningan Persada, Kamis (1/11/2018).

Novel pun tidak percaya jika kemudian ada yang menyebut kasus penyerangannya sedang diproses. Dalam beberapa kali kesempatan, pihak Kepolisian senantiasa menyebut masih melanjutkan proses penyelidikan kasus ini.

Terbaru, Wakapolri Ari Dono Sukmanto saat ditemui di kantor Kemenko Polhukam, Jalan Medan Merdeka Barat, Jakarta Pusat, Kamis (1/11/2018), menegaskan penyelidikan polisi atas teror Novel sudah maksimal.

“Jadi, kalau seumpama diterangkan ada proses yang berlangsung, saya katakan proses itu formalitas,” kata dia 

Novel juga menyatakan, kunci penyelesaian kasus kekerasan yang menimpa dirinya ada dalam tiga bulan pertama. Jika sudah lewat masa tiga bulan itu, menurutnya, tidak mungkin kasusnya diproses hingga akhirnya tuntas.

“Kunci proses penyelesaian ini ada di tiga bulan. Setelah tiga bulan, hampir tidak mungkin bisa diproses,” kata dia.

Dirinya memandang adanya kebuntuan dari aparatur penegak hukum maupun petinggi Polri. Dari informasi yang diperolehnya, Novel menduga adanya kekhawatiran dari para petinggi Polri yang takut untuk mengungkap kasus tersebut. Novel menilai ketakutan tersebut kemungkinan karena adanya intervensi dari pihak pihak politik atau pun pihak lainnya

Oleh karena itu, menurutnya Presiden Joko Widodo harus mendorong untuk menuntaskan kasus ini. Terlebih, Presiden dalam beberapa kesempatan kerap mengumbar janji dan mendukung pengungkapan kasus ini.

“Tetapi mendukung itu tidak cukup dengan hanya komitmen saja, harus ada suatu langkah nyata. Saya berharap presiden mau dan serius untuk melihat perkara ini dengan benar,” kata dia.

Di awal terpilihnya Joko “Jokowi” Widodo sebagai Presiden, ia sempat berkomitmen untuk tegas memberantas tindak pidana korupsi tanpa pandang bulu. Namun, pada kenyataannya, menurut Novel komitmen itu mulai luntur. Contoh nyata yakni kasus teror yang menimpa dirinya tidak juga diungkap.

Jokowi memang sempat memanggil Kapolri Jenderal (Pol) Tito Karnavian ke Istana dan menanyakan perkembangan pengusutan kasusnya. Kalau Tito mengaku tidak sanggup, barulah mantan Gubernur DKI Jakarta itu akan memikirkan untuk membentuk Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF). Namun faktanya, hingga saat ini tim itu tidak juga terbentuk

“Pertanyaannya, kira-kira Presiden takut enggak mengungkap ini?,” kata dia.

Bagi Novel, Presiden adalah sosok yang paling diharapkan untuk menuntaskan kasus yang membuat penglihatannya tak lagi sempurna itu. Menurut dia, kalau Presiden yang memimpin negara saja sudah tidak bisa dijadikan tumpuan harapan, maka ia harus kepada siapa lagi.

“Maka, saya kecewa,” kata dia.

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...