21 February 2020

Kadin Dalami Gagasan dan Visi-Misi Prabowo

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) menggelar dialog dengan capres Prabowo Subianto dan cawapres Hatta Rajasa. Kadin ingin mengupas visi misi mereka soal ekonomi. Setelah Prabowo-Hatta pada Jumat (20/6/2014) ini, Kadin juga mengundang Jokowi-JK.

Perkumpulan pengusaha nasional ini ingin menggali pemikiran Prabowo Subianto dan Joko Widodo di bidang perekonomian, khususnya perdagangan dan pengembangan industri dalam negeri.

Wakil Ketua Umum Kadin Bidang Organisasi dan Keanggotaan Anindya Bakrie mengatakan, format dialog tersebut bukan debat, melainkan tanya jawab antara calon presiden dengan pengusaha.

Sejumlah 60 persen visi misi kedua kandidat di bidang ekonomi tak jauh beda, cuma beda metode pelaksanaan saja. Sehingga, tujuan acara ini bukan tandingan atas debat yang digelar Komisi Pemilihan Umum.

"Kita melihat dengan tema dialog mereka bisa lebih keluar dalam menjelaskan visi misinya, tidak harus berdebat. Kita netral, fair, dan tujuannya bukan mengetes sehingga kagok. Tapi lebih mendalami pemikiran masing-masing capres," ujarnya di Jakarta, Jumat (20/6/2014).

Menurut dia, sejak era reformasi, Kadin selalu berusaha menggandeng setiap calon pemimpin tentu lewat temu langsung dan penyamaan persepsi.

Atas dasar itu, katanya, tidak ada tendensi politik tertentu. Anindya membantah, setelah acara ini berlangsung, Kadin akan mengumumkan dukungan pada calon tertentu.

"Teman Kadin itu kadang walaupun bilang mendukung A, nyoblosnya ternyata B," katanya.

Acara dialog bertema "Membuat Ekonomi Mandiri, Adil, dan Berkelanjutan" itu, banyak pengusaha yang hadir dan dari berbagai sektor, ditambah kamar dagang negara-negara asing.

Ia berharap, kedua calon presiden bersedia menandatangani kontrak kerja sama dengan Kadin, sebagai mitra implementasi kebijakan ekonomi seandainya terpilih.

"Kami sudah menyiapkan 16 pertanyaan kepada masing-masing capres dari titipan teman-teman Kadin. Kalau disetujui, kita ingin siapapun pemenangnya bersedia bekerja sama dengan Kadin," kata Anindya.

Dalam dialog itu, setiap pasangan capres dan cawapres mendapat waktu 1,5 jam bertatap muka dengan pengusaha. Topik yang dibahas menyangkut pangan, pertanian, kelautan, infrastruktur, hingga pengelolaan keuangan.

Topik dipilih, karena Kadin melihat perekonomian Indonesia berpeluang maju lebih pesat. Rata-rata ekonomi tumbuh 5,5%, dan rasio utang pemerintah terjaga di kisaran 26% dari PDB.

"10 tahun ke depan akan sangat penting, dengan landasan yang sudah disiapkan pemerintahan SBY, ada kemungkinan kita benar-benar take off," kata Anindya.

Prabowo Subianto, menjelaskan pemimpin sejati adalah yang mampu mensejahterakan rakyatnya. Hal ini ditempuh dengan memaksimalkan perekonomian. Ia berjanji, akan melibatkan rakyat sebagai sumber daya yang sangat bermanfaat bagi kemajuan negeri.

"Kita harus bersama-sama. Pengusaha, pelaku industri, dan siapapun. Ayo kita bangun negeri ini," imbuhnya.

Sementara calon wakil presiden Hatta Rajasa menegaskan, pihaknya akan menggaet pengusaha dan pelaku industri demi memajukan perekonomian Indonesia.

"Kami datang untuk memberi penajaman program dan visi misi yang dibuat," tandasnya.[

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...