19 May 2019

Jokowi Sebut RI Kalah Dalam Investasi dan Ekspor, RR: Karena Tidak Ada Strategi 'Turn-around'

KONFRONTASI-Mantan Menteri Koordinator (Menko) Ekonomi dan Menteri Keuangan era Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Rizal Ramli menanggapi pernyataan Presiden Joko Widodo soal kekalahan Indonesia atas Filipina dan Thailand di bidang investasi dan ekspor.

Seperti dikutip dari laman setkab.go.id, Presiden Jokowi mengatakan, sebagai negara terbesar di ASEAN, tentunya Indonesia ingin menjadi yang terdepan.

Namun, untuk urusan investasi dan ekspor, Presiden menyampaikan bahwa Indonesia kalah dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Thailand, dan baru saja juga kalah dari Vietnam.

“Kita sekarang masih mengejar hal yang sangat fundamental yaitu yang berkaitan dengan infrastruktur, karena stok infrastruktur kita, baru pada angka 37% sehingga daya saing kita kalah dengan negara-negara tetangga,” kata Presiden Jokowi saat membuka Musyawarah Nasional (Munas) VI Tahun 2018 Ikatan Alumni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (IKA PMII), di Jakarta, Jumat (20/7/2018) siang.

Terkait hal tersebut, Rizal Ramli memberikan apresiasi terhadap pernyataan Presiden Jokowi melalui akun Twitternya,@RamliRizal, yang diunggah pada Sabtu (21/7/2018).

Menurutnya, pernyataan Jokowi saat mengakui keunggulan negara ASEAN lain soal investasi dan ekspor itu jujur.

Kendati demikian, dirinya menyayangkan hingga saat ini belum ada strategi 'turn-around' untuk bisa mengejar ketertinggalan itu.

@RamliRizal: Pengakuan Pak @Jokowi yg jujur. Salut .Yang disayangkan sampai saat ini, tidak ada srategi “turn-around” agar kita bisa kejar ketinggalan2 itu. Hanya ‘piecemeal’, tempel2 tensoplast. Maaf.

(mr/trbn)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...
Minggu, 19 May 2019 - 20:59
Minggu, 19 May 2019 - 20:58
Minggu, 19 May 2019 - 20:55
Minggu, 19 May 2019 - 20:51
Minggu, 19 May 2019 - 20:42
Minggu, 19 May 2019 - 20:35
Minggu, 19 May 2019 - 20:28
Minggu, 19 May 2019 - 20:24
Minggu, 19 May 2019 - 20:21
Minggu, 19 May 2019 - 20:12
Minggu, 19 May 2019 - 20:05
Minggu, 19 May 2019 - 19:54