30 April 2017

Jokowi Menjawab Tuduhan Hashim Djojohadikusumo: Uang Yang Masuk Rp6 Milyar, Bukan Rp52 Milyar

Tuduhan adik Prabowo Subianto, Hashim Djojohadikusumo, yang mengaku mengeluarkan Rp 52 miliar untuk pencalonan Jokowi sebagai gubernur DKI Jakarta dibantah oleh calon presiden dari PDIP tersebut "Ah, itu sudah dibantah sama Pak Ahok juga, kan. Uang yang masuk ke dalam rekening kita itu Rp 6 miliar," ujarnya di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Senin (2/6/2014) malam. Kendati demikian, Jokowi mengatakan bisa saja Wakil Ketua DPP Gerindra itu benar-benar mengeluarkan uang dalam jumlah tersebut. Namun, penggunaan uang tersebut tanpa sepengetahuan Jokowi. "Mungkin bisa saja untuk mengampanyekan kita (Jokowi-Basuki) di luar. Jangan sampai itu untuk iklan, bukan iklan kita, kemudian diklaim lagi," ujarnya. Jokowi juga mempertanyakan sikap Hashim yang baru sekarang mempersoalkan hal tersebut? Sebab, dia mengeluarkan uang kampanye tersebut pun untuk memopulerkan sosok Basuki Tjahaja Purnama, pria yang diusung Gerindra sebagai wakil gubernur DKI Jakarta. Sebelumnya Hashim, mengatakan, dirinya merasa dibohongi Joko Widodo selama 1,5 tahun. Kata Hashim, Jokowi mengaku tidak dapat dukungan biaya selama pemilihan kepala daerah DKI Jakarta. "Maaf ya, saya buka saja, saya sudah dibohongi Jokowi satu setengah tahun. Saya kenal Jokowi sejak 2008, yang biayai Jokowi kampanye (pilgub) itu saya, sembilan puluh persen. Saya habis Rp 52 miliar," kata Hashim dalam acara bertajuk "Diskusi Publik Gereja Mendengarkan Visi-Misi Capres" di Sekolah Tinggi Teologi Jakarta (STTJ), Senin (2/6/2014). Pernyataan Hashim ini merupakan respons atas pernyataan Luhut Panjaitan yang dianggapnya menyerang pribadi Prabowo. Luhut adalah mantan Wakil Ketua Dewan Pertimbangan Partai Golkar. [kft/m]

Category: 

loading...


News Feed

Berita Lainnya

loading...