24 November 2017

Jokowi-Megawati Didesak Tarik Yudi Latif, Cendekiawan Muslim Terkemuka, Masuk Kabinet Jokowi-JK

KONFRONTASI- Cendekiawan Muslim Yudi Latif PhD adalah sosok muda terbaik yang pantas direkrut Jokowi- Megawati untuk duduk di Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan atau pos kabinet yang lain. Yudi Latif adalah pemikir di lingkaran Megawati  Soekarnoputri dan mendiang Taufiq Kiemas yang sangat disegani oleh kelas menengah dan publik.

Demikian pandangan para aktivis dan inteligensia serta pengamat politik kepada media ini. Pakar politik Unair Airlangga Pribadi, akademisi Universitas Paramadina Dr Herdi Sahrasad, Direktur Riset Freedom Foundation Muhamad Nabil dan Direktur Indostrategi Andar Nubowo MA mengusulkan Yudi Latif PhD sebagai menteri dalam kabinet Jokowi. ''Bisa saja Yudi Latif menteri pendidikan atau menteri aparatur negara atau menteri pariwisata dan budaya atau Ketua Bappenas atau menteri sekretaris negara,'' kata Airlangga Pribadi. Yang jelas,  menurut para pembicara itu, Yudi Latif adalah pemikir tajam dan mantan Wakil Rektor Universitas Paramadina yang dikenal sebagai  cendekiawan Muslim terkemuka dan konseptor kampus Paramadina bersama Cak Nur dan Utomo Dananjaya.

Meski presiden dan wakil presiden terpilih Joko Widodo (Jokowi) - Jusuf Kalla (JK) telah mengumumkan postur kabinet mendatang, tak urung publik masih menunggu janji kampanyenya mereka dulu. Jokowi-JK berjanji rekrut anak muda semacam Yudi Latif PhD, Iwan Ratman PhD, Prof Nelson Tansu, Dr Ilham Habibie, dan diharapkan bakal direkrut masuk kabinet. ''Yudi Latif adalah pemikir Muslim terkemuka yang jadi kebanggaan Paramadina,'' ungkap Moh Nabil, mahasiswa program MA di  STF Driyarkara.

Jokowi dan JK saat kampanye Pilpres tegas mengucap akan meniadakan kader parpol yang masih menjabat di strutur partai untuk menjadi pembantunya. Kini dari 34 pos Kementerian kabinet Jokowi-JK, 16 diantaranya akan diberikan untuk jatah partai tetapi berasal dari kalangan profesional. Sebaliknya 18 posisi menteri akan diperuntukkan untuk profesional murni.

Tetapi jika Jokowi berani mengangkat anak muda yang pantas menduduki jabatan yang strategis maka hal itu dianggap sebagai terobosan. Nama Yudi Latif PhD,  Iwan Ratman PhD, Ilham Habibie PhD, Anies Baswedan PhD,  Nelson Tansu PhD,  atau Terry Mart PhD misalnya, diangkat sebagai menteri, maka Jokowi akan dikenang sebagai pendobrak lahirnya  kepemimpinan generasi baru.

''Tetapi jika Jokowi mengangkat "kakek-kakek" seperti Luhut Panjaitan, Hendropriyono, Wiranto atau Sutiyoso maka komitmen Jokowi patut dipertanyakan," ujar Ari Junaedi,dosen Fisip UI. (k)

Category: 

SCROLL KE BAWAH UNTUK MEMBACA BERITA LAINNYA


loading...

Related Terms



loading...

Baca juga


Loading...