27 January 2020

Jokowi Harus Hindari Kabinet yang Tersandera

KONFRONTASI- Pengajar FISIP Universitas Airlangga, Surabaya, Airlangga Pribadi, mengingatkan Jokowi-JK agar konsisten tidak membangun kabinet transaksional. Apabila Jokowi-JK mengakomodasi semua kepentingan, sejarah kabinet pada era Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan berulang. Kabinet yang terbentuk adalah kabinet "gemuk" yang tersandera kepentingan politik dan koalisi.

Sekali lagi,  kata Airlangga, memilih menteri merupakan hak prerogatif presiden. Jokowi dituntut tegas dengan memilih menteri sesuai kebutuhan dan keinginan rakyat, sang pemberi mandat.

Yang jadi soal, bagaimana meyakinkan dan memastikan sang calon sungguh profesional, jujur, tidak berkepentingan memperkaya diri dan kelompok, dan mau bekerja untuk rakyat. Dengan demikian, anggota kabinet yang dipilih tidak menjadi atau dikelilingi "parasit" atau "benalu", yaitu orang-orang yang sarat kepentingan ekonomi dan politik segelintir atau sekelompok orang.

''Harus diingat, walau tidak dipromosikan kelompok relawan, situs-situs, atau parpol, pasti masih banyak anak bangsa yang berkualitas dan mampu jadi menteri,'' kata AIrlangga kepada Kompas.

Syarat bahwa jabatan menteri sebaiknya tidak diisi ketua umum partai atau pengurus partai termasuk persyaratan yang brilian. Dengan begitu, menteri bisa fokus bekerja untuk rakyat dan tidak memiliki perhatian atau tarik-menarik kepentingan dengan partai atau kelompok, termasuk kelompok bisnis.

Tanpa figur-figur yang merdeka dari kerakusan memperkaya diri dan kelompok, Indonesia sulit menjadi negara kompetitif di era persaingan global.

Di sinilah dibutuhkan kejelian dan kemampuan Jokowi-JK dalam memilih anggota kabinet "kerja". Memilih orang yang tepat untuk posisi yang tepat. Salah memilih kabinet akan menjadi "malapetaka" bagi pemerintahan Jokowi-JK dan tentu saja bagi negeri ini di masa mendatang. Jokowi-JK harus mewaspadai "jebakan" kabinet transaksional. (KP/KCM)

Category: 

 GULIRKAN KE BAWAH UNTUK MELIHAT ARTIKEL LAINNYA  


Berita lainnya

loading...