Error message

Warning: ini_set(): A session is active. You cannot change the session module's ini settings at this time in drupal_environment_initialize() (line 692 of /home/konfront/public_html/includes/bootstrap.inc).

Jokowi Effect???

KONFRONTASI -  Survey Kedai Kopi ini, merupakan “warning” kepada Partai Golkar. Ternyata dukungan penuh kepada Presiden Jokowi, tidak membawa effect positif terhadap Partai Golkar.

Pengalaman selama ini, dua periode menjadi partai pendukung Presiden SBY, hal yang sama terjadi. Dukungan terhadap SBY tidak membawa pengaruh bagi elektoral Partai Golkar. Bahkan pada periode pertama SBY, Ketua Umum Golkar Pak JK, menjabat sebagai Presiden. Begitu Pemilu yang melambung suaranya ada Partai Demokrat. Pada periode kedua SBY, Ketua umum Golkar, Aburizal Bakrie yang secara penuh mendukung SBY, eh dalam Pemilu 2014, suara Golkar makin turun.

Dalam hal mendukung Presiden Jokowi, setidaknya dua hal yang perlu dikaji oleh elit Golkar: 1) Jokowi adalah Presiden yang diusung oleh PDI-P. Walau kelihatan di publik antara PDI-P ada friksi, tapi publik tahu bahwa Jokowi adalah Kader PDI-P sekaligus Presiden dukungan PDI-P. Dan tampakny elektoral PDI-P masih bertahan di tempat teratas dari beberapa Survey, yang tak lepas dari masih tingginya pula eletabilitas Jokowi. Korelasinya antara Jokowi dan PDI-P positif. 2) Akan halnya Partai Golkar, elektabilitasnya terus cenderung turun. Ini bisa dilihat dari beberapa faktor; a) Partai Golkar yang sebelumnya pendukung Prabowo, kemudian beralih ke Jokowi dinilai sebagai Partai yang tidak punya karakter, tidak konsisten dan hanya mementingkan kekuasaan; b) bagi pemilih (Konstituen) Golkar, Jokowi adalah kader merah (PDI-P), dan juga ada rumor yang diasosiakan dengan PKI (Saya tidak percaya). Banyak kader dan konstituen Golkat masih belum dapat melupakan bahaya merah terhadap partai. Kekhawatiran terhadap berkembangnya kembali komunis dan pula traumatik Pemilu tahun 1999, yang mana kader Golkar dikejar, ditelanjangi dan baju/kaos Golkat dibakar. Bahkan kantor Golkar di Jatim dan Solo habis dibakar oleh Satgas PDI-P. Hal serupa dialami oleh kader Golkar di seluruh Indonesia. Traumatik Pemilu 1999 ini, agaknya sebagian konstituen fanatik Golkat menjauh dari Partai ini; c) hadirnya Partai yang dimotori oleh keluarga Cendana, juga sedikit banyak menggerus. Konstituen Golkat, khususnya konstituen residu Golkar Orba.

Hal ini Jika tdk dicermati, akan membawa petaka bagi Partai Pimpinan Ir. Airlangga Hartarto ini. Apalagi Pemilu tahun depan adalah Pemilu serentak antara Pilpres dan Pileg. (KONFR/WA)

Category: 
loading...

Related Terms



Loading...