27 May 2017

JK ' Kehabisan Akal' Bila Menutupi Terus Kekurangan Jokowi

KONFRONTASI-Bila segmen pertama dalam debat perdana capres-cawapres dimenangkan Prabowo-Hatta, sementara di segmen kedua posisi Prabowo-Hatta dan Jokowi-JK seri, maka di segmen ketiga kembali dimenangkan Prabowo-Hatta.

Demikian analisa Nandang Solihin, yang merupakan mantan pengurus Ikatan Alumni ITB 2007-2012. Menurut Nandang, di segmen tiga itu, Prabowo menyampaikan adagium bagus bahwa leadership harus ditunjukan seorang presiden. Sementara permisif yang dikatakan secara tegas oleh Hatta menjawab kehawatiran transaksi dan pembagian jatah jabatan.

"Demokrasi murah jawaban Hatta adalah pamungkas jawaban pertanyaan," kata Nandang dalam keterangan beberapa saat lalu (Rabu, 11/6).

Sementara itu, ungkap Nandang,  Jawaban Jokowi soal mengubah tugas parpol kurang tepat. Sebab tugas presiden itu bukan mengurus parpol, dan apalagi Jokowi juga bukan ketua umum partai. Sementara omongan Jokowi soal rekening itu terlalu mikro.

"Dana itu untuk kampanye, ini pertanyaan soal negara. "JK agak belibet di sègmen ini, soal ikhlas itu betul tapi ini urusan negara," ungkap Nandang.

Di pertanyaan kedua masih di segmen ketiga, lanjut Nandang, Jokowi malah menjawab lagi-lagi soal mikro dan teknis tentang cerita lurah di Menteng. Padahal pertanyaan adalah masalah hukum. Maka pertanyaan dan jawaban menjadi tidak nyambung. Dan di sisi ini, JK sudah kesulitan menutup terus kelemahan Jokowi.

"PS menjawab tepat pertanyaan soal kerangka hukum dengan inti pendidikan dan keteladanan. Keragaman sebagai anugrah Allah melengkapi jawaban PS dan menjadikan Indonesia bangsa yang unggul. Jawaban Hatta mantap terus. Di segmen ini, jawaban Hatta memenangkan segmen ini," demikian Nandang. (rmol)

Category: 

loading...

Related Terms



News Feed

Loading...

Baja juga